Desakan Trump Goyahkan Independensi The Fed, Ekonom Ingatkan Bahaya Politik Moneter

AKURAT.CO Desakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump agar Dewan Federal Reserve mengambil alih kendali suku bunga dari Gubernur Jerome Powell memunculkan kekhawatiran baru atas independensi bank sentral Amerika Serikat.
Pernyataan kontroversial Trump ini disampaikan lewat unggahan di media sosial pada Jumat (1/8/2025) lalu. Trump menyebut Powell sebagai si keras kepala bodoh karena menolak memangkas suku bunga meski ekonomi dinilai melambat.
Merespon hal tersebut, tak sedikit dari para kalangan ekonom dan pengamat kebijakan moneter memperingatkan bahwa tekanan politik seperti ini dapat membahayakan prinsip dasar independensi The Fed.
Baca Juga: Pasar Menanti Sinyal The Fed, Peluang Penurunan Suku Bunga Masih Abu-abu
Sebab apabila Dewan mengikuti kehendak politik, maka kredibilitas kebijakan moneter bisa terganggu.
“Intervensi langsung Presiden dalam kebijakan moneter bisa berdampak serius terhadap stabilitas pasar,” ujar analis dari Brookings Institution, Elena Roth dikutip dari laman reuters.
Menurut Elena, independensi bank sentral merupakan pilar penting dalam menjaga inflasi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.
“Jika keputusan The Fed diambil berdasarkan tekanan politik jangka pendek, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar global terhadap dolar AS dan sistem keuangan Amerika secara keseluruhan,” lanjutnya.
Meskipun Trump tidak secara langsung memecat Powell, wacana penggantian mulai mengemuka. Bahkan menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi bahwa daftar calon pengganti tengah disusun.
Baca Juga: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Pasar Keuangan Global Hadapi Ketidakpastian Baru
Tentunya, ketegangan ini terjadi di tengah keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga meski menunjukkan kemungkinan pemangkasan menjelang akhir tahun.
Dua gubernur Fed bahkan menyatakan dissent atas keputusan tersebut, mencerminkan dinamika internal di tubuh bank sentral.
Dengan dua kursi dewan yang kosong tahun depan, posisi Trump untuk memengaruhi arah kebijakan suku bunga pun semakin besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










