Jelang Tenggat Tarif Trump, AS Masih Jadi Penyumpang Surplus Dagang Terbesar Untuk RI
Hefriday | 4 Agustus 2025, 21:40 WIB

AKURAT.CO Di tengah tantangan geoekonomi, Amerika Serikat menjadi negara mitra dagang penyumbang surplus tertinggi untuk Indonesia pada semester I-2025, mencapai USD9,92 miliar dari total surplus sebesar USD19,48 miliar.
Merespons capaian tersebut, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso mengatakan angka ini menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia masih memiliki daya saing kuat di pasar global, bahkan sebelum diberlakukannya tarif resiprokal antara kedua negara.
“Surplus kita tertinggi adalah ke Amerika, menyumbang USD9,92 miliar hingga semester pertama ini. Ini pertanda bahwa produk Indonesia masih sangat kompetitif, meskipun belum ada perlakuan khusus tarif,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Selain Amerika Serikat, negara-negara seperti India dan Filipina turut berkontribusi besar terhadap surplus perdagangan Indonesia, masing-masing sebesar USD6,64 miliar dan USD4,36 miliar. Surplus juga tercatat dalam kawasan ASEAN sebesar USD9,6 miliar, Uni Eropa USD3,8 miliar, dan Eurasia sebesar USD0,007 miliar.
Budi optimistis surplus neraca perdagangan dengan kawasan Uni Eropa akan terus tumbuh, terutama dengan akan diberlakukannya Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Bahkan, sebelum perjanjian ini mulai berlaku, ekspor Indonesia ke Eropa dan Eurasia sudah menunjukkan tren positif.
“Kita optimistis ekspor akan terus meningkat, apalagi dengan IEU-CEPA yang akan memberikan tambahan akses pasar. Ini pertanda baik, bahwa kinerja ekspor kita tumbuh bahkan sebelum kebijakan itu diimplementasikan,” tuturnya.
Secara sektoral, ekspor nonmigas menunjukkan pertumbuhan signifikan. Lima komoditas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada semester I 2025 adalah kakao dan olahannya yang tumbuh 129,86%, diikuti kopi, teh, dan rempah-rempah (86,50%), timah dan produk turunannya (80,88%), aluminium dan turunannya (74,35%), serta produk kimia (54,12%).
Namun demikian, Budi juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dengan sejumlah negara. Tiongkok menjadi penyumbang defisit terbesar sebesar USD10,69 miliar, disusul Australia (USD2,39 miliar), Thailand (USD0,62 miliar), Jerman (USD0,45 miliar), dan Jepang (USD0,35 miliar).
Menghadapi dinamika global, Kementerian Perdagangan menyiapkan sejumlah strategi guna mempertahankan dan memperluas surplus perdagangan, khususnya dengan Amerika Serikat yang tengah bersiap menerapkan skema tarif resiprokal.
Langkah-langkah tersebut antara lain memperkuat perundingan dan diplomasi dagang dengan AS, meningkatkan kerja sama perdagangan regional dan multilateral, memperluas pasar ekspor melalui perjanjian dagang baru, serta melakukan promosi ekspor yang lebih agresif.
Selain itu, Kemendag juga akan memperkuat kebijakan pengamanan pasar dalam negeri, memastikan keberlanjutan industri nasional, mengoptimalkan kelembagaan serta memperkuat pemberdayaan UMKM ekspor sebagai pilar penting dalam rantai nilai ekspor Indonesia.
“Ke depan, kami juga akan memperluas penetrasi pasar ke kawasan Afrika. Saat ini sudah ada langkah awal, tapi perlu dipahami bahwa Afrika cenderung menginginkan perundingan dagang berbasis kawasan, bukan bilateral,” ujar Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








