Ketidakpastian Global Meningkat, Bank Sentral Dunia Hadapi Dilema Baru

AKURAT.CO Ketidakpastian ekonomi global semakin mencuat seiring keputusan sejumlah bank sentral utama dunia dalam menyikapi kombinasi pelik antara inflasi yang membandel dan pertumbuhan yang melambat.
Di saat Bank of England (BOE) diperkirakan kembali memangkas suku bunga, Federal Reserve AS dan Bank Sentral Kanada justru menempuh jalur berbeda.
Mengutip dari laman bloomberg, kondisi ekonomi di Inggris saat ini memaksa BOE mempertimbangkan pemotongan suku bunga menjadi 4% pada pekan ini.
Hal ini dilakukan demi menopang pertumbuhan setelah data PDB menunjukkan kontraksi beruntun dan pasar tenaga kerja yang melemah akibat lonjakan pajak dan kenaikan upah minimum.
Di Amerika Serikat, The Fed memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan usai laporan ketenagakerjaan bulan Juli menunjukkan hasil di bawah ekspektasi.
Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Ubah Arah, Ekonomi Global Jadi Alasan Utama
Meski inflasi AS mulai menurun, ekspektasi harga dan tekanan dari sektor jasa masih menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada aktivitas perdagangan. Data perdagangan barang dan jasa AS untuk bulan Juni diperkirakan menunjukkan penurunan nilai impor selama tiga bulan berturut-turut.
Hal ini terjadi setelah banyak perusahaan menimbun barang menjelang penerapan tarif baru oleh pemerintahan Trump.
“Celah dalam pasar tenaga kerja dan permintaan yang melemah semakin menguatkan sinyal bahwa perekonomian AS mulai kehilangan momentum,” ujar analis dari Institute for Supply Management, Michael Ben.
Sementara itu, di Kanada, lonjakan angka pengangguran pada Juni lalu memunculkan tanda-tanda kerapuhan pasar tenaga kerja. Pemerintah Kanada kini bersiap menghadapi tekanan perdagangan dari AS.
Baca Juga: Trump Desak Ganti Gubernur The Fed, Independensi Bank Sentral Dipertanyakan
Tarif baru yang diberlakukan Presiden Donald Trump mendorong Ottawa untuk kembali ke meja negosiasi demi mempertahankan arus ekspor dalam kerangka Perjanjian USMCA.
Menteri Kanada Dominic LeBlanc menyatakan bahwa Perdana Menteri Mark Carney akan segera membahas isu ini dengan Trump.
“Kami yakin ada jalan kompromi yang dapat ditempuh agar iklim investasi tetap stabil,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg.
Dengan ketegangan perdagangan yang kembali meningkat, serta perbedaan pendekatan kebijakan moneter di antara bank sentral besar dunia, ketidakpastian global diperkirakan akan terus membayangi perekonomian hingga akhir 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









