Akurat Logo

Investasi Jadi Andalan Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Hefriday | 8 Agustus 2025, 20:46 WIB
Investasi Jadi Andalan Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan bahwa investasi akan menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2025 telah mencapai angka 5,12%, melewati ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan maksimal 4,5%.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan bahwa untuk mendongkrak angka tersebut, Indonesia harus mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional, dan hal itu hanya bisa terjadi melalui investasi yang masif dan berkelanjutan.

“Utamanya adalah investasi. Dengan investasi, maka bisa mengembangkan kapasitas produksi,” ujar Edi saat menghadiri pembukaan acara Thailand Week di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
 
Baca Juga: Celios Surati PBB, Minta Audit Data Pertumbuan Ekonomi RI Versi BPS

Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% merupakan komitmen pemerintah yang harus diperjuangkan bersama. Untuk itu, kolaborasi antar lembaga, dunia usaha, dan mitra internasional menjadi sangat penting dalam mendorong arus masuk investasi ke dalam negeri.

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% pada kuartal II-2025, menurut Edi, tak lepas dari pertumbuhan sektor industri manufaktur serta konsumsi rumah tangga yang meningkat karena momentum Hari Raya Idul Fitri.
 
Faktor musiman ini mendorong daya beli masyarakat dan turut memberi kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Kalau pemerintah menargetkan pasti harus di atas itu, karena Presiden sudah mengatakan ingin sampai kepada angka 8 persen,” ucap Edi.

Sebagai bagian dari upaya mendorong investasi, pemerintah juga akan mengoptimalkan berbagai perjanjian dagang dan kerja sama internasional yang telah dimiliki Indonesia dengan sejumlah negara mitra.
 
Edi mengatakan bahwa kerja sama ini tidak hanya membuka akses pasar ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi langsung dari luar negeri.

“Saat ini kita sudah memiliki perjanjian dagang dengan banyak negara. Itu kita manfaatkan. Tidak hanya untuk membuka pasar ekspor, tapi juga mengundang investasi masuk ke sektor strategis,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, turut mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi yang melampaui prediksi pasar.
 
Menurutnya, capaian ini merupakan bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil, serta menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap arah kebijakan pemerintah.

“Capaian ini sekaligus memberikan optimisme kepada para pelaku bisnis. Ini adalah kado istimewa untuk rakyat Indonesia menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Anindya dalam pernyataan resminya, Selasa (5/8/2025).

Anindya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi secara kuartalan (Q-to-Q) juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2025, ekonomi tumbuh 4,04% dibanding kuartal I-2025. Dengan angka ini, Indonesia berhasil menghindari ancaman resesi teknikal yang sempat dikhawatirkan oleh sejumlah analis.

Namun demikian, tantangan ke depan tidak bisa dianggap ringan. Pemerintah perlu menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong produktivitas industri, serta memastikan iklim usaha yang kondusif untuk menarik investasi jangka panjang.
 
Percepatan reformasi birokrasi dan kemudahan perizinan juga menjadi faktor kunci untuk mendukung target ambisius tersebut.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa