Ekonom: Purbaya Harus Buktikan Konsistensi Jaga Disiplin Fiskal

AKURAT.CO Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, menilai keputusan Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan merupakan langkah cepat dan tepat.
Dengan latar belakang sebagai ekonom dan posisi sebelumnya sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya dinilai memiliki kapasitas yang memadai.
“Artinya dari sisi jam terbang, belakang pendidikan sudah cocok. Meskipun mungkin market masih merespon negatif ya, bukan karena profil Pak Purbaya ya mungkin shock ya dengan melihat (pergantian) Sri Mulyani,” kata Tauhid saat dihubungi Akurat.co, Senin (8/9/2025).
Meski demikian, Tauhid menekankan bahwa tantangan Purbaya tidaklah ringan dalam mengembang tugas sebagai pengganti Sri Mulyani di Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Purbaya Gantikan Srimul, Ekonom: Kami Tunggu Gebrakan Fiskal!
Salah satu isu besar ada pada penerimaan pajak yang dinilai seret di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Hal ini kontras dengan target penerimaan pajak tahun depan yang cukup tinggi.
Dari sisi belanja, pemerintah juga telah merancang ekspansi fiskal besar untuk mendanai berbagai program prioritas Presiden, seperti Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
Kondisi ini diperberat dengan kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang yang mencapai lebih dari Rp700 triliun pada 2026.
“Nah itu yang agak-agak berat dan itu menurut saya situasi yang harus diadapi oleh Menteri Keuangan (Purbaya) ke depan,” ujar Tauhid.
Meski begitu, Tauhid menambahkan perlunya memberi kesempatan bagi Purbaya membuktikan konsistensi dalam menjaga disiplin fiskal.
“Jadi saya kira itu kita memberikan kesempatan termasuk mengawal program-program prioritas yang diharapkan bisa memiliki dampak ekonomi,” tambah Tauhid.
Adapun, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025), bersamaan dengan perombakan kabinet pada sejumlah pos kementerian lainnya.
Keputusan ini menandai berakhirnya masa pengabdian Sri Mulyani yang dikenal luas sebagai figur sentral dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia selama hampir satu dekade terakhir. Pergantian ini sekaligus membuka babak baru dalam arah kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








