Pasar AS Menguat, Risiko Inflasi Bayangi Kebijakan The Fed

AKURAT.CO Pasar keuangan Amerika Serikat merespons positif laporan inflasi grosir terbaru. Indeks harga produsen (PPI) turun 0,1% pada Agustus 2025, penurunan pertama dalam empat bulan terakhir.
Sontak, harga saham berjangka dan obligasi pemerintah menguat karena pelaku pasar menilai peluang penurunan suku bunga acuan The Fed semakin besar.
Namun, penurunan ini menyimpan catatan penting. Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dikutip dari laman reuters, menunjukkan penurunan terbesar terjadi di margin perdagangan grosir mesin dan kendaraan, yang anjlok 3,9%.
Data tersebut menyumbang tiga perempat pelemahan harga jasa bulan lalu. Sebaliknya, harga barang konsumsi jadi, khususnya produk tembakau, melonjak signifikan.
Baca Juga: PPI AS Turun, Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terbuka
Para analis menilai kondisi ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi. Fluktuasi harga barang dan jasa, sebagian besar dipengaruhi kebijakan tarif impor pemerintahan Trump, membuat prediksi inflasi sulit dipastikan.
“Kita melihat pelemahan di satu sisi, tapi ada juga tekanan baru dari barang konsumsi. Risiko inflasi masih nyata,” ujar Ekonom New York Finance, David Burough.
Selain itu, lanjutnya, dampak kebijakan tarif terhadap konsumen rumah tangga belum sepenuhnya tercermin. Data harga konsumen yang akan dirilis sehari setelah laporan PPI diperkirakan lebih menentukan arah kebijakan The Fed.
Baca Juga: Dolar AS Stabil di Awal Perdagangan Pasar Asia, Pasar Nantikan Langkah The Fed
Meski investor menyambut gembira, risiko volatilitas pasar tetap tinggi. Jika The Fed memangkas suku bunga terlalu cepat, sementara tekanan inflasi masih ada, maka stabilitas jangka panjang bisa terganggu. Sebaliknya, bila The Fed menahan diri, pasar bisa kecewa dan memicu aksi jual.
Bagi pelaku usaha, kebijakan The Fed dalam beberapa bulan mendatang akan sangat menentukan biaya pembiayaan.
“Bunga pinjaman lebih rendah tentu membantu, tapi yang lebih penting adalah stabilitas harga agar konsumen mau belanja,” katanya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









