Akurat
Pemprov Sumsel

IHK Negatif, Permintaan Domestik Jadi Batu Sandungan Pemulihan Ekonomi China

Demi Ermansyah | 11 September 2025, 14:00 WIB
IHK Negatif, Permintaan Domestik Jadi Batu Sandungan Pemulihan Ekonomi China

AKURAT.CO Meski deflasi harga produsen di Tiongkok mulai melambat pada Agustus 2025, data inflasi konsumen justru kembali masuk zona negatif. Indeks harga konsumen (IHK) turun 0,4% secara tahunan, lebih buruk dari perkiraan.

Penurunan ini terutama dipicu anjloknya harga pangan, dengan sayuran segar merosot lebih dari 15% penurunan terdalam dalam hampir tiga tahun terakhir.

Mengutip dari laman Bloomberg, kondisi tersebut memperlihatkan rapuhnya permintaan domestik. Subsidi pemerintah yang sempat menopang konsumsi dinilai mulai kehilangan efek.

Baca Juga: Korea Selatan Alami Peningkatan Inflasi Tertinggi Pada IHK, Ini Biang Keroknya!

Menurut ekonom Greater China di Societe Generale, Michelle Lam menilai prospek IHK masih rapuh, terutama karena harga rumah terus melemah.

“Kenaikan inflasi inti sebenarnya memberi sinyal positif, tapi terlalu lemah untuk membalikkan tren deflasi,” katanya.

Melemahnya konsumsi rumah tangga menjadi tantangan besar bagi Beijing. Dengan kontribusi lebih dari separuh PDB, permintaan domestik sangat krusial untuk menggerakkan ekonomi.

Namun, pertumbuhan pendapatan masyarakat yang melambat serta tingginya beban utang rumah tangga menahan laju konsumsi.

Data Bloomberg Economics menunjukkan, ekonomi China kehilangan momentum pada paruh akhir Agustus, sejalan dengan melemahnya ekspor. Penurunan pengiriman barang ke Amerika Serikat mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir.

Sehingga kondisi tersebut membuat Beijing harus mencari penopang pertumbuhan dari dalam negeri.

Baca Juga: BGN Soal Ompreng Impor dari China: Dibeli oleh Mitra

Kenaikan harga barang tahan lama, seperti peralatan rumah tangga yang melonjak 4,6%, memberi sedikit harapan. Namun, daya beli masyarakat menengah masih terbatas.

Tanpa kebijakan struktural untuk memperkuat pendapatan dan stabilitas lapangan kerja, risiko deflasi berkepanjangan masih membayangi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.