Pemerintah Siapkan 9 Strategi Jaga Ekonomi RI di Tengah Tekanan Global

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan sembilan strategi utama untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih tinggi. Strategi itu mencakup transformasi struktural, penguatan industri, hingga dorongan pada sektor tenaga kerja dan pembiayaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan.
"Ekonomi Indonesia akan tetap bergerak ke arah yang lebih baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Tantangan global masih tinggi dan butuh kebijakan yang adaptif dan kolaboratif,” ujar Ferry di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Soal Ambisi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya: Biar Rakyat Tak Lagi Kerja Informal
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa ada lima persoalan utama yang masih menghambat kinerja ekonomi domestik, yakni produktivitas yang rendah, ICOR yang tinggi (5,79), meningkatnya tenaga kerja informal, lemahnya pembiayaan sektor swasta, dan kebijakan perdagangan global yang fluktuatif.
Dalam rangka menjawab hal tersebut, Ferry menjabarkan sembilan strategi kunci pemerintah, yakni diversifikasi pasar ekspor dan mitra dagang agar tidak bergantung pada negara tertentu, transformasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan produktivitas.
Kemudian hilirisasi industri dan pengembangan semikonduktor sebagai sumber pertumbuhan baru, penguatan ketahanan pangan dan energi di tengah ketidakpastian pasokan global, peningkatan kepastian berusaha melalui deregulasi dan reformasi birokrasi.
"Tentu yang terakhir adalah penguatan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan kemitraan industri, pemberian insentif fiskal seperti tax holiday bagi sektor prioritas, perluasan akses pembiayaan melalui kredit program dan dukungan bagi UMKM dan dorongan terhadap industri padat karya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas," paparya.
Ferry menegaskan, kombinasi strategi tersebut dirancang untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil punya efek ganda memperkuat ekonomi domestik sekaligus melindungi masyarakat dari dampak eksternal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga tengah memperkuat koordinasi lintas kementerian agar kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan lebih sinkron. Pendekatan itu diharapkan mampu mempercepat hilirisasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Ferry mencontohkan, hilirisasi mineral dan pertambangan yang telah berjalan sejak 2023 kini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya nilai ekspor produk olahan. Ke depan, hilirisasi akan diperluas ke sektor lain, termasuk pertanian, perikanan, dan manufaktur hijau.
“Kuncinya adalah konsistensi dan koordinasi. Tidak bisa hanya bergantung pada satu sektor, tetapi seluruh rantai nilai harus diperkuat,” kata Ferry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








