BPS: Ekspor Sawit dan Kopi Melonjak, Sektor Tambang Masih Tertekan

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–November 2025 menunjukkan tren positif, meski masih dibayangi tekanan pada sektor pertambangan.
Dari sepuluh komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar, hampir seluruhnya mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Satu-satunya komoditas yang mencatat penurunan adalah bahan bakar mineral yang turun USD7,26 miliar atau 20,12%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyebut penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya ekspor batubara. Hal ini berdampak pada kinerja sektor pertambangan dan lainnya yang secara keseluruhan terkontraksi 24,24% secara tahunan.
Baca Juga: BPS: Indonesia Alami Inflasi 2,92 Persen Sepanjang 2025
Di sisi lain, sektor industri pengolahan justru menjadi penopang utama ekspor nonmigas. Selama Januari–November 2025, ekspor nonmigas dari industri pengolahan meningkat 14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit.
Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 24,63%. BPS mencatat lonjakan ini terutama disumbang oleh meningkatnya ekspor kopi.
Baca Juga: BPKH Apresiasi Kinerja BPS-BPIH, Perkuat Ekosistem Haji Lewat Hajj Banking Award 2025
“Komoditas dengan peningkatan tertinggi adalah lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik USD6,36 miliar atau 26,24 persen,” ujar Pudji.
Secara keseluruhan, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD244,75 miliar hingga November 2025, atau tumbuh 7,07% secara tahunan. Capaian ini menjadi sinyal pergeseran struktur ekspor ke arah industri pengolahan dan produk berbasis pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








