BPS: Inflasi Ramadhan 2026 Capai 0,68 persen, Lebih Rendah dari 2025

AKURAT.CO Inflasi pada momen Ramadhan Februari 2026 tercatat 0,68% secara bulanan (mtm), lebih rendah dibanding Ramadhan 2025 yang mencapai 1,65% mtm.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menyebut tekanan harga tahun ini terutama berasal dari emas perhiasan (0,19%), daging ayam ras (0,09%), dan cabai rawit (0,08%).
Sebagai perbandingan:
Ramadhan 2025: 1,65% mtm (tarif listrik andil 1,18%)
Ramadhan 2024: 0,52% mtm
Ramadhan 2023: 0,18% mtm
Ramadhan 2022: 0,95% mtm
“Tingkat inflasi pada Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadhan lebih rendah jika dibandingkan Ramadhan 2022 dan 2025,” ujar Ateng.
Baca Juga: BPS: Normalisasi Tarif Listrik Angkat Inflasi ke 4,76 Persen
Lonjakan inflasi Ramadhan umumnya bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Permintaan musiman meningkatkan tekanan pada komoditas pangan segar seperti ayam, cabai, dan beras.
Namun, tidak semua tahun menunjukkan lonjakan ekstrem. Tahun 2023 misalnya hanya mencatat 0,18% mtm, menandakan faktor pasokan dan kebijakan stabilisasi turut memengaruhi.
Inflasi yang lebih rendah dibanding 2025 memberi sinyal tekanan harga relatif terkendali.
Hal ini penting bagi daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi tahunan, yang menjadi acuan kebijakan moneter.
Baca Juga: BPS Ramal Produksi Beras RI Februari-April 2026 Cuma 12,23 Juta Ton, Turun 4,02 Persen
Bagi pasar keuangan, inflasi bulanan moderat dapat menjaga ekspektasi suku bunga tetap stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










