Akurat
Pemprov Sumsel

Surplus Dagang RI-Iran Bakal Turun, Perlu Diversifikasi ke Pasar Ini

Yosi Winosa | 6 Maret 2026, 15:45 WIB
Surplus Dagang RI-Iran Bakal Turun, Perlu Diversifikasi ke Pasar Ini
Penutupan Selat Hormuz

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan surplus perdagangan RI dengan Iran bakal susut imbas peran AS-Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Untuk itu, pemerintah perlu segera menyiapkan diversifikasi pasar agar surplus perdagangan RI tetap terjaga, termasuk ke ASEAN, AS dan China. "Wah klo (dengan) Iran (surplus perdagangan) pasti turun. Perlu diversifikasi ke intra ASEAN, AS, sampai penetrasi ke China," tukas Bhima ke Akurat.co, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan perdagangan RI dengan mitra yang melewati Selat Hormuz termasuk Iran, Oman dan UEA cukup besar.

Baca Juga: Iran Tantang Militer AS: Invasi Darat Akan Jadi Bencana bagi Amerika

Dengan Iran saja, Sepanjang Januari-Desember 2025 lalu impor dari Iran tembus USD8,4 juta, utamanya buah-buahanan, besi baja dan mesin peralatan mekanis. Sebaliknya ekspor ke Iran tembus USD249,1 juta, utamanya buah-buahan, kendaraan dan lemak minyak hewan nabati

"Ekspor impor dari negara jalur Selat Hormuz yaitu Iran, Oman, UAE. Ketiga negara tersebut impor nonmigas," ujar Ateng.

Komoditas Ekspor Utama RI ke Iran

Struktur ekspor masih terkonsentrasi pada komoditas konsumsi dan bahan baku ringan. Buah dan buah bertempurung, kulit dari jeruk atau melon (HS 08) menjadi penopang utama dengan nilai USD86,4 juta.

Lalu Kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api atau trem, dan bagian serta aksesorinya (HS 87) senilai USD34,1 juta, meski pertumbuhannya relatif tipis 2,0%. Di bawahnya, Lemak dan minyak hewani, nabati atau mikroba serta produk disosiasinya; lemak olahan yang dapat dimakan; malam hewani atau malam nabat (HS 15) mencapai USD21,9 juta.

Kemudian Aneka produk kimia senilai USD20,25 juta. Lantas Kayu dan produk kayu (HS 44) menyentuh USD20 juta. Selanjutnya kopi, teh mate, dan rempah (HS 09) nilainya USD19,15 juta. Selain itu, aneka olahan makanan (HS 21) sebesar USD12,02 juta.

Sisanya Sabun, bahan aktif permukaan organik, preparat pembersih, preparat pelumas, malam artifisial, malam olahan, preparat pemoles danpenggosok, lilin dan barang semacam itu, pasta gigi dan preparat untuk gigi dengan bahan dasar plester senilai USD5,37 juta. Mesin dan peralatan mekanis (HS 84) senilai USD5,19 juta serta bahan kimia organik (HS 29) senilai USD4,39 juta.

Komoditas Impor Utama dari Iran ke RI

Pertama, buah dan buah bertempurung (HS 08) senilai USD5,92 juta. Disusul besi dan baja (HS 72) sebesar USD0,77 juta, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) USD0,70 juta, bahan kimia organik (HS 29) USD0,46 juta, serta bahan bakar mineral (HS 27) USD0,45 juta.

Lalu Kain tenunan khusus; kain tekstil berjumbai; renda; permadani dinding; hiasan; sulaman (HS 59) senilai USD0,11 juta. Kemudian Plastik dan barang daripadanya senilai USD0,06 juta dan sisanya Lak; getah, damar dan sap serta ekstrak nabati lainnya senilai USD0,05 juta.

Kemudian instrumen dan aparatus optik, fotografi, sinematografi, pengukur, pemeriksa, presisi, medis atau bedah; bagian dan aksesoriny senilai USD0,05 juta dan Garam; belerang; tanah dan batu; bahan pemlester, kapur dan semen senilai USD0,04 juta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.