The Fed Prediksi Lonjakan Harga Minyak Dorong Inflasi AS ke 2,7 Persen

AKURAT.CO Pejabat Federal Reserve mulai mengkaji ulang arah suku bunga di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, yang dinilai berisiko mendorong inflasi lebih tinggi.
Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller menyatakan sikap hati-hati terhadap dampak kenaikan harga energi. Ia menilai minyak memiliki efek luas terhadap perekonomian.
“Minyak adalah input intermediet utama, dan pada akhirnya akan berdampak,” ujarnya dikutip dari laman CNBC internasional.
Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD70.000 Usai Sinyal Hawkish The Fed
Dalam proyeksi terbaru, The Fed menaikkan outlook inflasi 2026 menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,4%. Inflasi inti (core inflation) juga diperkirakan berada di level yang sama, 2,7%.
Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell juga menegaskan ketidakpastian ekonomi meningkat akibat konflik Timur Tengah.
Secara historis, lonjakan harga minyak global seperti saat krisis energi 1970-an hingga periode konflik geopolitik modern sering memicu tekanan inflasi dan memaksa bank sentral menahan pelonggaran kebijakan.
Berbeda dengan tarif perdagangan yang berdampak terbatas pada sektor tertentu, harga energi memengaruhi hampir seluruh rantai produksi dan distribusi.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok 4,5 persen Usai Sinyal The Fed Soal Inflasi
Kenaikan inflasi berpotensi menunda penurunan suku bunga global. Dampaknya, biaya pinjaman tetap tinggi lebih lama, memengaruhi investasi, kredit, dan konsumsi.
Bagi pasar keuangan global, termasuk emerging market seperti Indonesia, kondisi ini bisa memperpanjang tekanan arus modal dan volatilitas nilai tukar.
The Fed masih membuka peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, namun keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









