Akurat
Pemprov Sumsel

The Fed Prediksi Lonjakan Harga Minyak Dorong Inflasi AS ke 2,7 Persen

Andi Syafriadi | 23 Maret 2026, 14:30 WIB
The Fed Prediksi Lonjakan Harga Minyak Dorong Inflasi AS ke 2,7 Persen
Ilustrasi Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed

AKURAT.CO Pejabat Federal Reserve mulai mengkaji ulang arah suku bunga di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, yang dinilai berisiko mendorong inflasi lebih tinggi.

Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller menyatakan sikap hati-hati terhadap dampak kenaikan harga energi. Ia menilai minyak memiliki efek luas terhadap perekonomian.

“Minyak adalah input intermediet utama, dan pada akhirnya akan berdampak,” ujarnya dikutip dari laman CNBC internasional.

Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD70.000 Usai Sinyal Hawkish The Fed

Dalam proyeksi terbaru, The Fed menaikkan outlook inflasi 2026 menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,4%. Inflasi inti (core inflation) juga diperkirakan berada di level yang sama, 2,7%.

Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell juga menegaskan ketidakpastian ekonomi meningkat akibat konflik Timur Tengah.

Secara historis, lonjakan harga minyak global seperti saat krisis energi 1970-an hingga periode konflik geopolitik modern sering memicu tekanan inflasi dan memaksa bank sentral menahan pelonggaran kebijakan.

Berbeda dengan tarif perdagangan yang berdampak terbatas pada sektor tertentu, harga energi memengaruhi hampir seluruh rantai produksi dan distribusi.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok 4,5 persen Usai Sinyal The Fed Soal Inflasi

Kenaikan inflasi berpotensi menunda penurunan suku bunga global. Dampaknya, biaya pinjaman tetap tinggi lebih lama, memengaruhi investasi, kredit, dan konsumsi.

Bagi pasar keuangan global, termasuk emerging market seperti Indonesia, kondisi ini bisa memperpanjang tekanan arus modal dan volatilitas nilai tukar.

The Fed masih membuka peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, namun keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.