Akurat
Pemprov Sumsel

Investor Asia Timur Perluas Ekspansi, RI Siapkan Realisasi Investasi

Esha Tri Wahyuni | 2 April 2026, 11:10 WIB
Investor Asia Timur Perluas Ekspansi, RI Siapkan Realisasi Investasi
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani

AKURAT.CO Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi bersama senilai sekitar USD6 miliar atau setara Rp96 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut lawatan tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Rosan mengatakan keterlibatan langsung Presiden dalam dialog dengan pelaku usaha menjadi faktor utama yang mendorong respons positif.

Baca Juga: WFH ASN Resmi Setiap Jumat, Danantara Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, pemerintah menggelar sejumlah pertemuan strategis. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha dan dilanjutkan dengan pertemuan terbatas bersama 12 perusahaan besar.

Sementara di Korea Selatan, pemerintah melakukan pertemuan intensif dengan 11 perusahaan besar. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam rencana investasi lanjutan antara lain Lotte Chemical dan POSCO.

Rosan mengungkapkan, pemerintah tengah menindaklanjuti skema investasi bersama (co-investment) dengan nilai mencapai US$6 miliar.

“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai USD6 miliar,” jelasnya.

Baca Juga: Seskab Teddy: Prabowo–Ray Dalio Bahas Penguatan Danantara sebagai Motor Ekonomi RI

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan tren investasi dari Korea Selatan ke Indonesia tumbuh rata-rata sekitar 14% per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara investasi Jepang meningkat di kisaran 8-9% per tahun. Tren ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Sebagai perbandingan, realisasi investasi asing langsung (FDI) Indonesia pada 2024 tercatat mencapai Rp744,3 triliun, berdasarkan data resmi BKPM.

Jepang dan Korea Selatan konsisten masuk dalam jajaran lima besar investor terbesar di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur, kimia, dan hilirisasi logam.

Kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia juga disebut menjadi faktor penguat kepercayaan investor.

Skema co-investment dinilai mampu menekan risiko sekaligus mempercepat realisasi proyek strategis nasional, terutama di sektor hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam.

Secara historis, Jepang telah lama menjadi mitra investasi utama Indonesia sejak era industrialisasi pada 1970-an, terutama di sektor otomotif dan elektronik.

Sementara Korea Selatan menguat dalam dua dekade terakhir melalui investasi di sektor baja, petrokimia, dan baterai kendaraan listrik.

Rosan menilai stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi faktor utama dalam keputusan investasi jangka panjang.

“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” ujarnya.

Dari sisi dampak, masuknya investasi baru dan ekspansi tahap kedua berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan rantai pasok domestik. Selain itu, proyek-proyek hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah ekspor dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.

Pemerintah menegaskan akan mempercepat tindak lanjut dari seluruh kesepakatan yang telah dicapai dalam kunjungan tersebut. Fokus utama berada pada percepatan realisasi investasi agar segera memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” kata Rosan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.