Timur Tengah Masih Tak Kondusif, Rupiah Ambruk 78 Poin ke Rp17.090

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026) di tengah penguatan indeks dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Berdasarkan data pasar, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.090 per USD, turun 78 poin (0,46%) dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.012.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyatakan, tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal yang semakin dominan.
“Indeks dolar AS menguat pada Kamis, dipicu ketidakpastian global yang meningkat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Rupiah ATL Rp17.105, Misbakhun: Cara BI Masih Sangat Konvensional
Ibrahim menambahkan, pergerakan rupiah sempat melemah hingga 90 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran Rp17.092.
Permasalahan Selat Hormuz Jadi Perhatian
Dari sisi global, gangguan di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama pasar. Jalur yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia dilaporkan masih mengalami pembatasan meskipun terdapat gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan menunjukkan pergerakan kapal tanker masih terbatas dan berada di bawah kontrol ketat Iran.
Situasi diperburuk oleh meningkatnya serangan Israel di Lebanon yang berpotensi merusak gencatan senjata yang rapuh. Sejumlah laporan menyebut jalur pelayaran sempat dihentikan pascaserangan tersebut.
Iran bahkan menyatakan pembicaraan damai dengan Amerika Serikat menjadi “tidak masuk akal” karena dianggap melanggar kesepakatan sebelumnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, yang sempat mendorong optimisme pasar terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, ini dinilai dapat menggangguan struktural pada rantai pasok energi global dapat berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 menunjukkan bank sentral AS masih membuka peluang penurunan suku bunga tahun ini.
Namun, The Fed menegaskan perlunya fleksibilitas di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan tekanan inflasi yang masih berada di atas target 2%. Data ketenagakerjaan AS juga tercatat stagnan dalam setahun terakhir.
Sentimen Internal
Di dalam negeri, tekanan eksternal tersebut beriringan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,8%.
Meski turun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan sebesar 4,2%.
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,8% dari sebelumnya 5%.
Revisi ini dipicu oleh lonjakan harga energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap optimistis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4% hingga 5,7% pada 2026.
Target tersebut didorong oleh konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta implementasi program biodiesel B50 dan transformasi struktural ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









