Rupiah Ditutup Menguat 25 Poin ke Rp17.143 Usai Rencana Trump Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Iran

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin (0,15%) ke level Rp17.143 per USDpada perdagangan Selasa (21/4/2026), meski pasar global dibayangi ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di saat bersamaan, indeks dolar AS justru melemah, memberi ruang bagi mata uang emerging market untuk bergerak naik. Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mencatat, rupiah sempat menguat hingga 35 poin sebelum akhirnya terkoreksi tipis.
“Indeks dolar AS melemah pada Selasa (21/4/2026), sehingga memberikan sentimen positif terhadap rupiah meskipun tekanan eksternal masih tinggi,” tuturnya, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.168 Meski Ditekan Konflik Hormuz
Di sisi eksternal, pasar masih dibayangi ketidakpastian arah konflik AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance akan bertolak ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan damai. Namun, sinyal yang muncul masih kontradiktif.
“Iran menyatakan pembicaraan sulit dilakukan selama AS masih mempertahankan blokade angkatan laut, meskipun ada laporan bahwa Teheran tetap mengirim delegasi ke Islamabad,” kata Ibrahim.
Gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara dijadwalkan berakhir Rabu (22/4/2026), dengan indikasi perpanjangan yang kecil. Kondisi ini meningkatkan ketegangan pasar, terutama setelah insiden penangkapan kapal berbendera Iran oleh militer AS pada akhir pekan lalu.
Secara historis, konflik di Timur Tengah kerap menjadi katalis volatilitas pasar global, terutama melalui jalur harga energi dan penguatan dolar AS sebagai safe haven.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, respons pasar menunjukkan pola berbeda, di mana pelemahan dolar justru terjadi meski risiko geopolitik meningkat.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menanti arah kebijakan moneter AS melalui sidang konfirmasi ekonom Kevin Warsh. Sosok ini dinilai kurang dovish dibanding ekspektasi pasar.
“Ia memang mendukung suku bunga rendah seperti yang diinginkan Trump, tetapi sebelumnya mengkritik pembelian aset The Fed dan mendorong neraca yang lebih ramping,” jelas Ibrahim.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter ini menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar dan mata uang global.
Sentimen Internal
Di dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif kuat. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi terkendali, serta defisit fiskal yang tetap dijaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
APBN juga terus difungsikan sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global. Selain itu, cadangan devisa dinilai masih memadai meski terjadi arus keluar modal asing sebesar USD1,8 miliar.
“Ibrahim menyebut, meskipun ada tekanan eksternal, kredibilitas makro-finansial Indonesia masih terjaga, terlihat dari kemampuan menjaga defisit fiskal dan stabilitas pasar obligasi,” ujarnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun memang mengalami kenaikan, namun masih dalam asumsi pemerintah. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang belum tergerus signifikan.
Di sisi energi, konflik Timur Tengah kembali menyoroti pentingnya ketahanan energi nasional. Pemerintah merespons dengan mempercepat reformasi struktural, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembentukan task force untuk mengatasi hambatan impor energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










