BPS: Deflasi Pangan Jaga Inflasi April Tetap Rendah

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tekanan inflasi pada April 2026 relatif terkendali, didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan pasca perayaan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono menyampaikan, inflasi bulanan pada April 2026 tercatat sebesar 0,13% secara month-to-month (mtm). Angka tersebut relatif rendah, seiring terjadinya deflasi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
“Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,20 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen,” ujar Ateng dalam keterangan resmi di Jakarta.
Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi. BPS mencatat, komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah menjadi penyumbang utama deflasi.
Baca Juga: BPS: Produksi Gula Naik, Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser
Secara rinci, harga daging ayam ras mengalami deflasi sebesar 6,20% (mtm) pada April 2026, berbalik dari kondisi inflasi sebesar 3,30% pada Maret 2026. Sementara itu, cabai rawit mencatat deflasi paling dalam, yakni 14,98% (mtm).
Adapun telur ayam ras mengalami penurunan harga sebesar 4,29% (mtm), sedangkan cabai merah turun 5,32% (mtm).
Ateng menjelaskan, pola penurunan harga pangan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) merupakan fenomena yang berulang. Dalam beberapa tahun terakhir, harga komoditas pangan cenderung meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri akibat lonjakan permintaan, kemudian kembali turun setelah periode tersebut berakhir.
“Deflasi ini terjadi seiring dengan tingkat permintaan yang kembali normal setelah perayaan,” katanya.
Lebih lanjut, penurunan harga pangan juga tercermin pada Komponen Bergejolak (volatile food) yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm) dengan andil deflasi sebesar 0,15%.
Meski demikian, tekanan inflasi tetap muncul dari komponen lain. BPS mencatat Komponen Inti mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm) dengan andil 0,15%. Komoditas yang mendorong inflasi inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, serta gula pasir.
Baca Juga: Jaringan Telekomunikasi Mudik Lebaran 2026 Stabil, Kecepatan Internet Tembus 95 Mbps
Sementara itu, Komponen Harga Diatur Pemerintah (administered prices) mencatat inflasi sebesar 0,69% (mtm) dengan andil 0,13%. Kenaikan ini dipicu oleh tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin.
Dengan demikian, meskipun terjadi tekanan dari sektor energi dan transportasi, penurunan harga pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga inflasi tetap rendah pada April 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







