BPS: Volatile Food Deflasi, Energi Picu Inflasi

AKURAT.CO Struktur inflasi Indonesia pada April 2026 menunjukkan dinamika yang kontras antar komponen, dengan penurunan harga pangan di satu sisi dan kenaikan harga energi serta transportasi di sisi lain.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,13%(mtm), yang dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yakni volatile food, inflasi inti, dan harga yang diatur pemerintah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa komponen pangan bergejolak (volatile food) mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm) dengan kontribusi negatif sebesar 0,15% terhadap inflasi.
Baca Juga: BPS: Deflasi Pangan Jaga Inflasi April Tetap Rendah
Penurunan tersebut dipicu oleh koreksi harga komoditas pangan utama seperti cabai rawit yang turun 14,98%, daging ayam ras 6,20%, telur ayam ras 4,29%, serta cabai merah 5,32%.
Menurut Ateng, penurunan harga tersebut berkaitan dengan normalisasi permintaan setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Di sisi lain, tekanan inflasi justru muncul dari komponen inti dan harga yang diatur pemerintah. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm), didorong oleh kenaikan harga sejumlah barang dan jasa seperti minyak goreng, makanan siap saji, serta perangkat elektronik.
Selain itu, perubahan harga pada sektor energi dan transportasi turut mendorong inflasi dari komponen administered prices. BPS mencatat komponen ini mengalami inflasi sebesar 0,69%(mtm) dengan andil 0,13%.
Baca Juga: BPS: Produksi Gula Naik, Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, serta produk tembakau.
Kondisi ini mencerminkan adanya pergeseran sumber tekanan inflasi dari sektor pangan ke sektor energi dan jasa, terutama setelah berakhirnya periode permintaan tinggi selama HBKN.
Secara keseluruhan, kombinasi antara deflasi pangan dan inflasi pada komponen energi menghasilkan inflasi yang tetap terkendali pada April 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








