Lonjakan Tarif Transportasi Picu Inflasi Bulanan April 2026 Tembus 0,13 Persen

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan April 2026 sebesar 0,13% secara month-to-month (mtm), dengan sektor transportasi menjadi kontributor terbesar di tengah melandainya tekanan harga dibanding bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi sebesar 0,99% mtm dan memberikan andil dominan sebesar 0,12% terhadap total inflasi bulanan.
“Ateng menegaskan, komoditas yang paling mendorong inflasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen serta bensin sebesar 0,02 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Inflasi Tahunan April 2026 Tembus 2,42 Persen Didorong Emas dan Kelompok Pangan
BPS mencatat, tarif angkutan udara mengalami lonjakan signifikan sebesar 15,25% mtm, sementara bensin naik 0,34% mtm. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga avtur dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di pasar domestik.
Meski demikian, tidak seluruh komponen transportasi mengalami kenaikan harga. Tarif angkutan antarkota justru mencatat deflasi sebesar 10,01% mtm dengan andil deflasi 0,03% terhadap inflasi.
Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga memberikan kontribusi terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 0,69% mtm dan andil 0,07%.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain minyak goreng dengan andil 0,05%, tomat 0,03%, beras 0,02%, serta nasi dengan lauk sebesar 0,02%.
Di sisi lain, BPS juga mencatat sejumlah kelompok pengeluaran mengalami deflasi pada April 2026. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,99% mtm dengan andil 0,07%.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat deflasi sebesar 0,20% mtm dengan kontribusi deflasi sebesar 0,06%.
“Ateng menyebut, beberapa komoditas yang menahan inflasi antara lain daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen serta emas perhiasan sebesar 0,09 persen,” katanya.
Komoditas lain seperti cabai rawit dan telur ayam ras masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,06% dan 0,04%.
BPS mencatat, inflasi April terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.
Namun secara tren, inflasi April yang sebesar 0,13% mtm menunjukkan perlambatan dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41% mtm.
Inflasi Indonesia kerap dipengaruhi oleh kelompok makanan bergejolak (volatile food), terutama menjelang hari besar keagamaan atau gangguan pasokan.
Namun, data April 2026 menunjukkan pola berbeda, dimana tekanan inflasi justru bergeser ke sektor transportasi yang berkaitan erat dengan harga energi dan mobilitas masyarakat.
Kenaikan tarif angkutan udara yang signifikan mencerminkan sensitivitas sektor transportasi terhadap fluktuasi harga avtur, yang sebagian masih dipengaruhi oleh dinamika harga energi global.
Kenaikan biaya transportasi berpotensi meningkatkan biaya mobilitas masyarakat, terutama bagi kelompok kelas menengah yang bergantung pada transportasi udara untuk perjalanan jarak jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









