Singapura Susun Peta Jalan Ekonomi di Tengah Ancaman AI

AKURAT.CO Pemerintah Singapura mulai menyiapkan strategi ekonomi jangka panjang guna menjaga daya saing dan menciptakan lapangan kerja baru di tengah meningkatnya tekanan global, mulai dari disrupsi kecerdasan buatan (AI) hingga ketidakpastian geopolitik.
Langkah tersebut tertuang dalam Economic Strategy Review (ESR) atau kajian strategi ekonomi yang diumumkan pemerintah Singapura pada Mei 2026.
Nantinya kajian tersebut disusun sebagai peta jalan ekonomi untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Baca Juga: Prabowo Bangga Gaji Hakim Indonesia Lebih Besar dari Malaysia dan Singapura
Deputy Prime Minister Singapura, Gan Kim Yong mengatakan strategi tersebut bukan hanya respons terhadap tantangan jangka pendek, melainkan upaya menjaga relevansi ekonomi Singapura dalam lanskap global yang semakin terfragmentasi.
“ESR bukan sekadar respons terhadap tantangan saat ini, tetapi bagaimana Singapura tetap kompetitif dan relevan dalam jangka panjang,” kata Gan Kim Yong dikutip dari laman TheStraitsTimes.
Dalam laporan tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya transformasi ekonomi berbasis teknologi, khususnya AI.
Singapura ingin memposisikan diri sebagai pusat pengembangan dan implementasi solusi AI berskala global, bukan bersaing dalam pembangunan model AI frontier seperti yang dilakukan perusahaan teknologi besar dunia.
Komite ESR juga merekomendasikan agar AI diintegrasikan secara luas ke dalam operasional perusahaan dan pengembangan tenaga kerja. Pemerintah menilai transformasi berbasis AI akan menjadi faktor utama yang menentukan daya saing ekonomi di masa depan.
Selain teknologi, Singapura juga ingin memperkuat posisinya sebagai pusat energi dan perdagangan internasional.
Tidak hanya itu saja, pemerintah didorong untuk menarik perusahaan AI global sekaligus memperluas status Singapura sebagai energy hub di kawasan Asia.
Dorongan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat konflik Timur Tengah dan gangguan rantai pasok internasional. Pemerintah Singapura sebelumnya memperingatkan perang Iran berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Baca Juga: RI-Singapura Perkuat Kerja Sama Energi dan Sentralitas ASEAN di tengah Konflik Global
Data Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara itu pada kuartal I 2026 mencapai 4,6% secara tahunan, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,7%.
Sedangkan untuk ekonomi Singapura juga mengalami kontraksi 0,3% secara kuartalan akibat tekanan global dan kenaikan biaya energi.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi alarm bagi negara-negara kecil yang sangat bergantung pada perdagangan internasional seperti Singapura. Karena itu, strategi ekonomi baru juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan nasional terhadap guncangan global.
Komite ESR mencatat lebih dari 7.700 pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pekerja, serikat buruh, hingga asosiasi industri telah dilibatkan dalam penyusunan rekomendasi tersebut.
Selain memperkuat investasi dan inovasi, Singapura juga menargetkan penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi.
Data Economic Development Board (EDB) menunjukkan investasi yang masuk ke Singapura pada 2025 diproyeksikan menciptakan sekitar 15.700 lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan. Sekitar dua pertiga di antaranya menawarkan gaji bulanan di atas 5.000 dolar Singapura.
Pemerintah Singapura menilai transformasi ekonomi berbasis teknologi dan inovasi menjadi langkah penting agar negara tersebut tetap kompetitif di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








