Akurat Logo

Bagaimana Struktur Pendapatan dalam APBN? Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 15 Mei 2026, 14:03 WIB
Bagaimana Struktur Pendapatan dalam APBN? Ini Penjelasannya
APBN

AKURAT.CO Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah yang berisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara.

Salah satu bagian penting dalam APBN adalah struktur pendapatan negara karena menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana struktur pendapatan dalam APBN bekerja.

Baca Juga: Menkeu Pastikan APBN Masih Aman Meski Rupiah di Rp17.500

Apa Itu Pendapatan Negara dalam APBN?

Pendapatan negara adalah seluruh penerimaan yang masuk ke kas negara dalam satu tahun anggaran.

Dana tersebut digunakan pemerintah untuk menjalankan program dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Dalam APBN, pendapatan negara biasanya dibagi menjadi beberapa sumber utama yang diatur dalam undang-undang keuangan negara.

Struktur Pendapatan dalam APBN

Secara umum, struktur pendapatan dalam APBN terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:

1. Penerimaan Perpajakan

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

3. Hibah

Ketiga sumber ini memiliki fungsi dan kontribusi yang berbeda terhadap keuangan negara.

1. Penerimaan Perpajakan

Penerimaan perpajakan merupakan sumber pendapatan terbesar dalam APBN Indonesia. Dana ini berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha kepada negara.

Jenis penerimaan perpajakan meliputi:

  • Pajak Penghasilan (PPh)

  • Pajak yang dikenakan atas penghasilan individu maupun perusahaan.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

  • Pajak atas transaksi barang dan jasa.

  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

  • Pajak atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan bangunan tertentu.

  • Bea Masuk dan Cukai

  • Pajak yang dikenakan pada barang impor atau barang tertentu seperti rokok dan minuman tertentu.

  • Pajak memiliki peran penting karena menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan nasional.

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Selain pajak, negara juga memperoleh pendapatan dari sumber lain yang disebut PNBP.

PNBP berasal dari:

  • pengelolaan sumber daya alam,

  • dividen BUMN,

  • layanan pemerintah,

  • dan pendapatan administrasi tertentu.

Contoh PNBP:

  • pendapatan minyak dan gas,

  • biaya paspor,

  • biaya pendidikan perguruan tinggi negeri,

  • serta pendapatan dari tambang dan kehutanan.

  • PNBP membantu menambah pemasukan negara di luar sektor perpajakan.

3. Hibah

Hibah merupakan penerimaan negara berupa bantuan dari:

  • negara lain,

  • organisasi internasional,

  • atau lembaga tertentu.

Hibah biasanya diberikan untuk:

  • bantuan kemanusiaan,

  • pembangunan,

  • pendidikan,

  • kesehatan,

  • atau program sosial tertentu.

Meski nilainya tidak sebesar pajak, hibah tetap menjadi bagian dari struktur pendapatan APBN.

Baca Juga: Bagaimana Struktur Belanja Negara dalam APBN

Mengapa Pendapatan Negara Penting?

Pendapatan negara sangat penting karena digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan nasional, seperti:

  • pembangunan jalan dan jembatan,

  • pendidikan,

  • layanan kesehatan,

  • subsidi,

  • bantuan sosial,

  • hingga gaji aparatur negara.

Semakin besar pendapatan negara, semakin besar pula kemampuan pemerintah menjalankan program pembangunan.

Dinda Nur Syafitri (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R