Surplus Perdagangan Menyusut, Impor Bahan Baku Jadi Sinyal Positif Ekonomi

AKURAT.CO Neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus pada April 2026, namun nilainya menyusut tajam menjadi hanya USD0,09 miliar atau sekitar USD90 juta.
Di balik tipisnya surplus tersebut, terdapat sinyal penting bagi perekonomian nasional, yakni lonjakan impor bahan baku dan penolong yang mengindikasikan peningkatan aktivitas sektor industri domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai USD25,30 miliar, sementara impor sebesar USD25,21 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus sebesar USD0,09 miliar.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Eceran Tembus Rp15.358 per Kilogram
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, surplus tersebut membuat Indonesia tetap mempertahankan tren positif neraca perdagangan sepanjang tahun berjalan.
"Secara kumulatif Januari hingga April 2026, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD5,64 miliar, dengan nilai ekspor mencapai USD92,15 miliar dan impor sebesar USD86,51 miliar," ujar Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dari sisi ekspor, kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Nilai ekspor April 2026 tumbuh 21,98% secara tahunan (year on year/yoy).
Pudji menjelaskan pertumbuhan ekspor terutama ditopang oleh sektor nonmigas. Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar dengan andil sekitar 5,9% terhadap total pertumbuhan ekspor nasional.
"Pertumbuhan ekspor April 2026 terutama didorong oleh ekspor nonmigas, khususnya komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati yang memberikan andil terbesar terhadap peningkatan ekspor secara tahunan," kata Pudji.
Namun, pada saat yang sama, impor juga meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor. BPS mencatat nilai impor Indonesia pada April 2026 naik 22,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Premium Naik Dua Digit Secara Tahunan
Menurut Pudji, kenaikan impor tersebut terutama berasal dari impor nonmigas yang memberikan andil sebesar 12,39% terhadap total pertumbuhan impor. Kelompok barang yang paling dominan adalah bahan baku dan barang penolong yang digunakan untuk mendukung aktivitas produksi dalam negeri.
"Peningkatan impor secara tahunan utamanya didorong oleh impor nonmigas dan didominasi oleh impor bahan baku atau barang penolong," ujarnya.
Meski menyebabkan surplus perdagangan menyusut, kenaikan impor bahan baku umumnya dipandang sebagai indikator meningkatnya aktivitas manufaktur dan industri nasional.
Berbeda dengan impor barang konsumsi yang mencerminkan peningkatan konsumsi masyarakat, impor bahan baku biasanya digunakan untuk mendukung proses produksi di sektor industri, mulai dari manufaktur, pengolahan logam, kimia hingga industri makanan dan minuman.
Data BPS menunjukkan struktur impor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang didominasi oleh bahan baku dan barang modal. Kondisi tersebut menjadikan pergerakan impor sebagai salah satu indikator awal untuk melihat arah aktivitas produksi nasional pada bulan-bulan berikutnya.
Indonesia telah menikmati surplus perdagangan selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak lonjakan harga komoditas global pada periode 2021-2023.
Namun memasuki 2025 hingga 2026, surplus perdagangan mulai mengalami normalisasi seiring meredanya harga sejumlah komoditas ekspor unggulan dan meningkatnya kebutuhan impor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Meski surplus April 2026 relatif tipis, capaian kumulatif sebesar USD5,64 miliar dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan posisi perdagangan Indonesia masih berada di zona positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum










