IHSG dan Rupiah Rontok Dampak Etatisme? Begini Saran Jusuf Kalla Untuk Masyarakat Indonesia

AKURAT.CO Wakil Presiden RI ke-10 (era SBY) dan ke-12 (era Jokowi), Jusuf Kalla berbagi pandangannya soal kondisi ekonomi terkini Tanah Air yang sedang dalam tren "pesakitan keuangan" mengikuti tren di belahan dunia lainnya.
Menurutnya, tren perekonomian dunia terus bergerak antara globalisasi/ liberalisme dan deglobalisasi/ etatisme. Ekonomi dewasa ini masuk kembali ke siklus etatisme. Terlihat dari Presiden AS, Donald Trump dengan American First dan perang tarifnya misalnya.
"Kita juga baru-baru ini ekspor batu bara dan SDA lainnya diatur negara. Jadi ekonomi sekarang di dunia termasuk Indonesia, ke state capitalism. Peran pemerintah jauh lebih besar dibanding sebelumnya," ujar JK di sela Asia Grassroots Forum 2026 yang digelar Amartha di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: IHSG Terus Tertekan ke 5.734 di Sesi I Perdagangan Seiring Pelemahan Rupiah ke Level Rp18.000
Lantas apa yang bisa dilakuan masyarakat saat ini di era etatisme, dimana pergerakan atau peran swasta dan pasar "dibatasi"? Menurut JK, perlu ada keseimbangan antara etatisme dan liberalisme.
Keduanya, lanjut JK harus berjalan bersamaan agar ekonomi terus bergerak. Dicontohkan, pemerintah hanya mampu menyerap pasar tenaga kerja maksimal 4 juta penduduk untuk ASN, sementara sisanya mayoritas disokong swasta.
Dicontohkan lagi, dampak buruk etatisme adalah penderitaan masyarakat bawah akibat perang misalnya, seperti yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa Barat. Makanya, harus seimbang antara etatisme dan liberalisme.
"Hari ini rupiah Rp18.000, bursa (IHSG) sudah di bawah 6.000. Artinya kita harus bekerja keras. Karena kalau ekonomi secara keseluruhan sulit, pasti masyarakat juga kena masalah," ujar JK.
Selain itu, kebijakan antara pemerintah dan swasta harus saling transparan dan dikomunikasikan dengan baik. Ekspor satu pintu SDA lewat DSI adalah salah satu dampak buruk dari tidak saling transparannya pemerintah dengan swasta.
"Dulu banyak pengusaha menyembunyikan harga, seharusnya 100 dibilang 50 misalnya sehingga pajak ekspornya kecil. Pemerintah sekarang ambil tindakan yang lebih keras," kata JK.
Namun di luar pengusaha itu, masih banyak pengusaha-pengusaha kecil. Hampir semua pengusaha merangkak dari bawah, tidak ada yang langsung besar, semua dimulai dari kreativitas," lanjut JK.
Pesan terakhir dari JK kepada masyarakat dan generasi muda, adalah berani berinovasi, berkreasi untuk bisa keluar dari tekanan kondisi perekonomian yang sedang sulit.
Ia mencontohkan dirinya saat meneruskan usaha dari ayahnya dulu, hanya diwarisi 1 pekerja. Kemudian ia mengumpulkan para mahasiswa yang aktif di kemahasiswaan untuk membangun kreativitas.
Ataupun Haji Isam yang semula hanya seorang supir bisa begitu maju dengan usahanya sekarang. Pun dengan CT yang seorang dokter gigi mampu menjadi bankir sukses dan salah satu orang terkaya di Tanah Air.
Orang-orang seperti ini modalnya hanya dua: Ide dan Keberanian. "Dengan itu Anda bisa datang ke bank (mendapatkan modal), bilang saya mau begini, begitu," tutur JK.
Saat ini, seperti era sebelum-sebelumnya, pemerintah selalu menyapkan dana yang besar untuk para pengusaha pemula. KUR dengan bunga hanya 6%, sangat membantu dibanding kredit normal untuk pengusaha besar yang mencapai 8-9%.
Di era JK menjabat sebagai Wapres tahun 2006 pun, saat itu pemerintah menyiapkan kredit murah sebesar Rp120 triliun untuk mendorong keberanian para pengusaha muda dan pemula.
"Orang sering ada kekhawatiran yang salah: bagaimana mau usaha kalau tidak ada modal. Modal bukan nomor satu. Yang pertama itu inovasi, kreativitas, ide. Kedua baru modal. Jangan kebalik," pesannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum









