Pengamat: Jika Selat Hormuz Dibuka, Inflasi Global Bisa Mereda

AKURAT.CO Perhatian pelaku pasar global pekan depan diperkirakan tidak lagi hanya tertuju pada harga emas atau keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS), melainkan pada perkembangan terbaru Selat Hormuz yang dinilai dapat menentukan arah inflasi dunia dalam beberapa bulan ke depan.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pasar saat ini tengah mencermati potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dapat membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi mengubah arah pergerakan tiga instrumen utama sekaligus, yakni minyak mentah, dolar AS, dan emas.
Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
"Jika nota kesepahaman benar-benar ditandatangani dan Selat Hormuz dibuka, harga minyak berpotensi turun sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih longgar dalam menentukan kebijakan moneternya," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Dalam proyeksinya, indeks dolar AS diperkirakan bergerak pada kisaran support 99,100 hingga resistance 100,700. Sementara harga minyak mentah diprediksi berada pada rentang support 77,400 dan resistance 94,600.
Untuk emas dunia, Ibrahim memperkirakan support pertama berada di level USD4.058 per troy ounce dan support kedua di USD3.929 per troy ounce.
Sebaliknya, jika tren penguatan berlanjut, harga emas berpotensi menuju resistance USD4.394 hingga USD4.571 per troy ounce.
Pada perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia tercatat ditutup di level USD4.209 per troy ounce. Di pasar domestik, harga logam mulia berada di kisaran Rp2.711.000 per gram.
Baca Juga: DPR RI Apresiasi Langkah Baru BI Perkuat Rupiah
Fokus pasar terhadap Selat Hormuz bukan tanpa alasan. Jalur laut yang berada di kawasan Teluk Persia tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia.
Berdasarkan data resmi Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), sekitar seperlima konsumsi minyak bumi global dan sebagian besar ekspor minyak negara-negara Teluk melewati jalur tersebut setiap hari.
Sebagai informasi, setiap peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kerap memicu lonjakan harga energi global.
Kondisi tersebut kemudian mendorong kenaikan inflasi dan memengaruhi keputusan bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.
Ibrahim menilai skenario pembukaan Selat Hormuz dapat menjadi titik balik bagi pasar. Jika harga minyak mengalami penurunan, tekanan inflasi global berpotensi mereda.
Dampaknya, bank sentral utama dunia seperti Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BoE), hingga Bank of Japan (BoJ) memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan atau bahkan melonggarkan kebijakan moneternya.
Sebaliknya, apabila ketegangan kembali meningkat dan mengganggu distribusi energi global, harga minyak berpotensi melonjak sehingga memperbesar risiko inflasi.
Situasi tersebut dapat memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Selain perkembangan geopolitik, pasar juga menantikan pertemuan sejumlah bank sentral utama dunia pekan depan.
Ibrahim memperkirakan The Fed masih akan menahan suku bunga acuan setelah data inflasi AS menunjukkan perlambatan yang belum sepenuhnya stabil.
Bagi pelaku pasar, arah kebijakan suku bunga dan perkembangan Selat Hormuz akan menjadi dua indikator utama yang menentukan pergerakan aset global dalam jangka pendek.
Hasil dari kedua faktor tersebut tidak hanya memengaruhi harga emas, minyak, dan dolar AS, tetapi juga berpotensi menentukan arah inflasi global serta biaya pinjaman yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha dalam beberapa bulan mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










