Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.963 Usai Rilis Data Ketenagakerjaan AS yang Melemah

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah berhasil naik 32 poin (0,18%) ke Rp17.963 pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026) setelah indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah dipicu data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam yang lebih rendah dari perkiraan.
Namun, di tengah sentimen eksternal yang mulai mereda, muncul tantangan baru dari dalam negeri setelah OECD mencatat penerimaan pajak korporasi Indonesia mengalami penurunan pada 2024.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan dolar AS terjadi setelah data Non-Farm Payroll (NFP) menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja sepanjang Juni 2026, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000 pekerjaan. Sementara itu, data Mei juga direvisi turun dari 172.000 menjadi 129.000 pekerjaan.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.995 Karena Ini
"Tingkat pengangguran AS memang turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen, sementara rata-rata pendapatan per jam naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,5 persen secara tahunan. Namun secara keseluruhan, data tenaga kerja yang lebih lemah membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve menjadi lebih longgar," kata Ibrahim dalam riset hariannya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Dirinya menjelaskan, berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 51%, dari sebelumnya 63% sebelum data ketenagakerjaan dirilis. Kondisi tersebut menekan indeks dolar AS dan memberi ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Di sisi lain, pasar global masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Teheran bergerak ke arah positif.
Namun laporan The Wall Street Journal menyebut Iran menolak usulan AS untuk melepaskan klaim atas Selat Hormuz sebagai imbalan pencairan aset Iran yang dibekukan. Kondisi ini membuat risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang meski kekhawatiran gangguan pasokan minyak mulai mereda.
Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada laporan OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026 yang menunjukkan perlambatan signifikan pada penerimaan Pajak Penghasilan (PPh).
Data OECD mencatat penerimaan pajak atas penghasilan, laba, dan keuntungan modal hanya naik dari Rp1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun pada 2024, atau bertambah sekitar Rp700 miliar setara 0,07% secara tahunan.
Angka tersebut jauh di bawah pertumbuhan total penerimaan pajak nasional yang meningkat dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun, atau bertambah sekitar Rp103 triliun.
Perlambatan tersebut terutama dipicu oleh turunnya penerimaan PPh badan. OECD mencatat setoran pajak korporasi turun dari Rp829,66 triliun menjadi Rp818,30 triliun, atau berkurang sekitar Rp11,36 triliun sepanjang 2024.
Sebaliknya, penerimaan PPh orang pribadi masih mencatat pertumbuhan positif. Setorannya meningkat dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun, atau bertambah sekitar Rp12,05 triliun. Data tersebut menunjukkan kontribusi rumah tangga masih menopang penerimaan pajak ketika kontribusi korporasi mulai melambat.
Pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah akhirnya ditutup menguat dibanding posisi intraday. Ibrahim mengatakan mata uang Garuda ditutup menguat 34 poin ke level Rp17.963 per USD, setelah sebelumnya sempat melemah dan bergerak fluktuatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










