Akurat Logo

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Ekonomi RI Saat Gejolak Global

Andi Syafriadi | 5 Agustus 2026, 11:49 WIB
Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Ekonomi RI Saat Gejolak Global
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi - AI/ChatGPT

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik global sepanjang kuartal II 2026 belum mampu menggoyahkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tetap tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) di tengah tekanan harga energi dan gangguan perdagangan internasional.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan kondisi global pada kuartal II diwarnai meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memengaruhi perekonomian banyak negara.

Baca Juga: BPS: Inflasi Juli 2026 Meluas, Transportasi hingga Harga Emas Jadi Pemicu

"Kondisi ekonomi global yang mencerminkan kuartal II-2026 di antaranya prediksi IMF pada Juli 2026 yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3 persen, sedangkan negara berkembang tumbuh 3,8 persen," ujar Edy pada saat konferensi pers 'Rilis BPS' bersama media di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Selain konflik di Timur Tengah, pasar keuangan global juga menghadapi tekanan akibat kebijakan suku bunga tinggi di sejumlah negara untuk mengendalikan inflasi.

Meski demikian, ekonomi domestik Indonesia masih menunjukkan daya tahan. Menurut BPS, konsumsi rumah tangga tetap terjaga antara lain karena pencairan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri.

Selain itu, aktivitas investasi juga meningkat seiring membaiknya penjualan ritel dan kendaraan bermotor.

BPS menilai faktor-faktor tersebut mampu mengimbangi tekanan eksternal yang berasal dari lonjakan harga minyak dunia serta terganggunya rantai pasok global.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen

Di tingkat regional, sejumlah mitra dagang Indonesia juga masih mencatat pertumbuhan positif. Vietnam tumbuh 8,4% , Malaysia 5,8% , sementara China tumbuh 4,3%, meski melambat dibandingkan periode sebelumnya.

"Dengan demikian pertumbuhan ekonomi mitra dagang Indonesia tetap tumbuh," kata Edy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.