BI Catat Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen pada Juli 2026

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer (M0) adjusted tumbuh 17,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 13,8% yoy.
Meski pertumbuhannya semakin tinggi, posisi uang primer yang telah disesuaikan itu belum kembali ke level akhir 2025.
BI mencatat M0 adjusted pada Juli 2026 mencapai Rp2.254,5 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Juni 2026 sebesar Rp2.228,0 triliun.
Namun, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang mencapai Rp2.367,8 triliun, stok uang primer adjusted masih lebih rendah sekitar Rp113,3 triliun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan secara tahunan tidak selalu berarti jumlah uang primer yang beredar telah lebih tinggi dibandingkan posisi pada akhir tahun sebelumnya.
Pertumbuhan yoy membandingkan posisi Juli 2026 dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sementara perbandingan dengan Desember 2025 menunjukkan perubahan posisi secara year to date.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan pertumbuhan M0 adjusted pada Juli terutama dipengaruhi oleh kenaikan giro bank umum di BI yang telah disesuaikan serta uang kartal yang beredar.
"Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,1 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,1 persen yoy," kata Denny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Kinerja M0 adjusted pada Juli memperlihatkan akselerasi pertumbuhan likuiditas dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, BI mencatat M0 adjusted tumbuh 13,8% yoy menjadi Rp2.228,0 triliun. Sebelumnya, pertumbuhan pada Mei tercatat 14,2% yoy dengan posisi Rp2.214,6 triliun.
Dengan demikian, pertumbuhan tahunan M0 adjusted pada Juli mencapai 17,1%, atau meningkat 3,3 poin persentase dibandingkan Juni.
Dari sisi komponennya, giro bank umum di BI adjusted tumbuh 17,1% yoy, sedangkan uang kartal yang diedarkan tumbuh 15,1% yoy.
Kenaikan tersebut menjadi penting karena M0 merupakan salah satu indikator dasar untuk melihat perkembangan likuiditas dalam sistem moneter. Namun, angka M0 adjusted tidak dapat dibaca secara langsung seperti jumlah uang tunai yang berada di tangan masyarakat.
M0 mencakup uang kartal yang diedarkan dan saldo giro bank umum pada BI. Dalam perhitungan adjusted, BI melakukan penyesuaian untuk mengisolasi pengaruh penurunan giro bank di BI yang terjadi akibat pemberian insentif likuiditas.
Karena itu, pertumbuhan M0 adjusted dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lebih representatif mengenai perkembangan uang primer setelah memperhitungkan dampak kebijakan likuiditas BI.
Perbedaan antara pertumbuhan yoy dan posisi akhir tahun menjadi bagian penting dari perkembangan M0 adjusted Juli 2026.
Secara tahunan, M0 adjusted tumbuh 17,1%. Artinya, posisi Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan posisi pada Juli 2025. Namun, secara year to date, posisi M0 adjusted masih berada di bawah Desember 2025.
Pada Desember 2025, M0 adjusted tercatat Rp2.367,8 triliun. Posisi tersebut kemudian menjadi Rp2.254,5 triliun pada Juli 2026.
Dengan demikian, terdapat penurunan sekitar Rp113,3 triliun atau sekitar 4,8% dibandingkan posisi akhir 2025.
Namun, posisi M0 adjusted mulai meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Dari Rp2.214,6 triliun pada Mei, angkanya naik menjadi Rp2.228,0 triliun pada Juni dan kembali meningkat menjadi Rp2.254,5 triliun pada Juli.
Artinya, meskipun posisi uang primer belum kembali ke level Desember 2025, terdapat peningkatan posisi dalam periode Mei-Juli 2026.
Perbedaan tersebut juga memperlihatkan pentingnya membaca indikator moneter secara utuh. Angka pertumbuhan tahunan menggambarkan momentum dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan perubahan posisi menunjukkan perkembangan likuiditas dari titik tertentu.
M0 adjusted mulai digunakan BI dalam laporan likuiditas moneter sejak Januari 2025. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengisolasi dampak penurunan giro bank umum di BI yang berkaitan dengan kebijakan pemberian insentif likuiditas.
BI menjelaskan M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer setelah dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas diisolasi.
Baca Juga: Bank Indonesia Naikkan BI-Rate ke 5,50 Persen
Indikator ini menjadi relevan karena perubahan saldo giro bank di BI tidak selalu mencerminkan perubahan likuiditas yang terjadi secara riil di perekonomian. Sebagian perubahan dapat berasal dari kebijakan moneter dan mekanisme operasi moneter BI.
Dengan menggunakan indikator yang telah disesuaikan, perkembangan uang primer dapat dibaca dengan lebih mempertimbangkan pengaruh kebijakan tersebut.
BI sebelumnya juga menyatakan kebijakan likuiditas terus diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian. Dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2026, BI mencatat pembelian SBN hingga 21 Juli 2026 telah mencapai Rp188,68 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp76,62 triliun.
Perkembangan M0 perlu dibedakan dengan uang beredar dalam arti luas atau M2. M0 berada pada lapisan paling dasar sistem moneter, sementara M2 mencakup komponen uang yang lebih luas dalam perekonomian.
Data BI menunjukkan M2 pada Juni 2026 mencapai Rp10.432,8 triliun dan tumbuh 8,7% yoy. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Mei yang mencapai 10,8% yoy.
Pada saat yang sama, kredit yang disalurkan perbankan pada Juni tumbuh 12,1% yoy, meningkat dari 10,8% yoy pada Mei. BI menyebut perkembangan M2 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan klaim bersih terhadap pemerintah pusat.
Data tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan uang primer tidak otomatis berarti seluruh tambahan likuiditas langsung menjadi uang beredar yang lebih luas atau masuk ke konsumsi masyarakat.
Transmisi kebijakan moneter tetap bergantung pada bagaimana likuiditas tersebut bergerak melalui sistem perbankan, termasuk menjadi kredit dan pembiayaan bagi dunia usaha maupun rumah tangga.
Perkembangan M0 adjusted juga tidak dapat dilepaskan dari kebijakan moneter BI sepanjang 2026.
BI dalam laporan kebijakan moneternya menyebut terus menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian. Kebijakan tersebut ditempuh melalui berbagai instrumen operasi moneter, termasuk penyediaan repo bagi perbankan dan pembelian surat berharga negara.
Di sisi lain, BI-Rate pada 22 Juli 2026 berada di level 5,75%. Sebelumnya, BI telah menaikkan BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75% dari 5,50%.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan likuiditas tidak hanya berkaitan dengan mendorong pertumbuhan uang primer, tetapi juga harus mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan inflasi.
BI dalam laporan kebijakan moneternya mencatat tekanan global kembali meningkat pada awal Juli 2026 akibat eskalasi konflik AS-Iran. Kondisi tersebut mendorong peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global dan arus modal menuju aset yang dianggap lebih aman.
Dalam situasi tersebut, pengelolaan likuiditas menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas makroekonomi.
Dengan demikian, kenaikan M0 adjusted sebesar 17,1% pada Juli 2026 menunjukkan momentum pertumbuhan uang primer yang semakin kuat secara tahunan.
Namun, angka tersebut perlu dibaca bersama posisi stoknya yang masih Rp113,3 triliun di bawah level Desember 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










