Akurat Logo

Misbakhun: Konsumsi Akan Naik Kalau Masyarakat Punya Pekerjaan

Esha Tri Wahyuni | 15 Agustus 2026, 07:20 WIB
Misbakhun: Konsumsi Akan Naik Kalau Masyarakat Punya Pekerjaan
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 dinilai membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan belanja pemerintah.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebut, investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi mata rantai penting sebelum konsumsi rumah tangga bisa tumbuh lebih tinggi.

Menurutnya, konsumsi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan.

"Parameter pertumbuhan itu pertama kita harus kemudian meningkatkan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga itu hanya bisa dicapai kalau masyarakat punya pekerjaan," kata Misbakhun usai sidang paripurna nota keuangan di komplek parlemen, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Misbakhun: Danantara Tak Asal Biayai Proyek

Persoalannya, penciptaan lapangan kerja membutuhkan aktivitas ekonomi baru. Karena itu, investasi menjadi salah satu faktor yang dinilai menentukan.

"Dan pekerjaan yang baru itu hanya bisa dicapai dengan investasi," ujarnya.

Skema tersebut dapat digambarkan dalam satu rantai. Investasi masuk ke sektor riil, kegiatan produksi berkembang, perusahaan membutuhkan tenaga kerja, pendapatan masyarakat meningkat, kemudian konsumsi rumah tangga terdorong.

Konsumsi yang meningkat selanjutnya dapat memperbesar aktivitas ekonomi domestik.

Misbakhun mengatakan pemerintah perlu memperkuat konsolidasi di sektor komoditas dan mineral. Ia juga menyinggung pembentukan Bursa Komoditas dan Mineral sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut.

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menarik dana yang saat ini berada di luar negeri untuk masuk ke sektor produktif di Indonesia.

Misbakhun menyebut Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai salah satu instrumen yang diharapkan dapat menarik dana tersebut.

"PFII ini, Pusat Finansial Internasional Indonesia ini diharapkan akan menarik dana-dana yang berada di luar negeri, dana-dana besar untuk melakukan investasi di Indonesia, investasi di sektor riil," ujarnya.

Menurut dia, dana yang masuk ke sektor riil diharapkan tidak berhenti sebagai aliran modal, tetapi menghasilkan kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan pekerjaan.

"Dengan investasi di sektor riil ini, diharapkan mereka akan menciptakan lapangan pekerjaan dan tentunya semakin banyak orang untuk bekerja di Indonesia," kata Misbakhun.

Selain investasi swasta, proyek pemerintah juga dinilai perlu segera menghasilkan dampak ekonomi.

Misbakhun menyoroti proyek-proyek yang telah melakukan groundbreaking, termasuk pembangunan di IKN. Menurutnya, proyek tersebut perlu bergerak dari tahap pembangunan menuju realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Misbakhun: APBN 2027 Tembus Rp4.000 T, Ekonomi Dikejar 6 Persen

"Nusantara juga harus mulai merealisasikan semua proyek-proyek yang selama ini groundbreaking oleh Bapak Presiden untuk kemudian memberikan dampak terhadap secara riil, terhadap realisasi investasi, penciptaan lapangan pekerjaan," katanya.

Ia juga menyebut pembangunan 3 juta rumah sebagai sektor yang dapat memberikan efek terhadap kredit dan sektor riil.

Pembangunan rumah membutuhkan pembiayaan, tenaga kerja, bahan bangunan hingga berbagai kegiatan ekonomi pendukung.

"Optimalisasi terhadap target 3 juta rumah harus segera diakselerasi, karena itu memberikan dorongan yang kuat terhadap ekspansi kredit konsumen perumahan dan sebagainya," ujar Misbakhun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.