Akurat Logo

Devisa Indonesia USD146 Miliar, Menko Airlangga Respons Gejolak Sentimen MSCI

Esha Tri Wahyuni | 22 Oktober 2026, 10:50 WIB
Devisa Indonesia USD146 Miliar, Menko Airlangga Respons Gejolak Sentimen MSCI
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, - Foto: Humas Ekon

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah indikator yang disebutnya mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, termasuk sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Indikator tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45%, cadangan devisa USD146 miliar, serta pertumbuhan kredit perbankan sekitar 13%.

Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih cukup kuat meskipun pasar keuangan menghadapi tekanan.

"Kondisi makroekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, tingkat inflasi masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam (21/10/2026).

Baca Juga: Prabowo Tak Gentar dengan Gertakan MSCI: Indonesia Tidak Takut Siapapun

Selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi, Airlangga melaporkan indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) berada di level 52. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen tercatat sebesar 118.

Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia mencapai USD146 miliar. Menurut Airlangga, jumlah tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor.

Cadangan devisa menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar karena berkaitan dengan kemampuan negara memenuhi kebutuhan pembayaran eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak pasar global.

Baca Juga: Pemegang Saham Pengendali HRTA Akumulasi Saham di Tengah Ancaman Standalone Market dari MSCI

Di sektor keuangan domestik, penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 13%. Airlangga juga menyebut rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih relatif rendah.

Sementara itu, pada sektor riil, pemerintah mencatat stok beras nasional berada di atas 5 juta ton. Nilai tukar petani (NTP) juga disebut meningkat hingga sekitar 130.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.