Pria Diduga Disiksa 30 Orang dan Disekap Tiga Bulan di Kafe Duren Sawit, Polisi Masih Selidiki

AKURAT.CO Seorang pria berinisial MRR diduga menjadi korban penyekapan hingga penyiksaan oleh sekitar 30 orang selama tiga bulan di sebuah kafe di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan, kasus ini masih ditangani oleh penyidik di Satreskrim Polres Jakarta Timur.
"Sudah ditangani Polres, masih lidik," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (9/7/2024).
Meski begitu, Nicolas belum mengungkap secara rinci jumlah saksi yang telah dimintai keterangan. Termasuk terlapor berinisial HR telah diperiksa atau belum.
Diketahui, aksi penyekapan ini bermula saat korban melakukan wanprestasi dari bisnis jual beli mobil yang dijalankan dengan seorang pelaku berinisial HR.
Bisnis tersebut dimulai pada Oktober 2023 dengan pembagian untung sebesar 60:40 persen. Awalnya, bisnis berjalan lancar. Namun, selang beberapa bulan, bisnis ini terkendala setelah korban menggunakan keuntungan jual beli mobil untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Adik Korban Penganiayaan STIP Bakal Dapat Beasiswa dari Kemenhub
"Hasil transaksi ke-4 senilai kurang lebih Rp 100 juta rupiah yang seharusnya diserahkan ke pelaku utama (HR) digunakan oleh korban untuk keperluan pribadi yang mendesak," kata Kuasa Hukum Korban, Muhamad Normansyah dalam keterangannya, Minggu (7/7/2024).
Sampai Februari 2024, Korban pun tak kunjung melunasi hutangnya kepada pelaku. Melihat hal ini, korban diminta pelaku untuk datang ke sebuah kafe dengan dalih meminta bantuan untuk gadaikan mobil.
Namun, setelah tiba, korban malah ditagih hutang. Dikarenakan belum bisa membayar, korban kemudian disiksa oleh pelaku.
"Akhirnya melakukan penyekapan terhadap korban, merampas seluruh barang kepemilikan korban, yang terdiri dari tiga buah handphone, satu tas, satu dompet dan sejumlah uang serta dimulainya berbagai macam penyiksaan tersebut oleh pelaku utama dan teman-temannya," ungkapnya.
Tak hanya disiksa, korban juga disekap oleh pelaku selama tiga bulan. Korban akhirnya berhasil melarikan diri dari kafe tetapi masih mengalami trauma berat.
Adapun metode penyiksaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban beragam, yakni dengan diborgol, menggunakan kabel, ditelanjangi, dipukul secara bergantian, bagian lubang kelamin dimasukan bubuk cabai dan dibakar, hingga disundut rokok pada lebih dari 30 titik tubuhnya.
"Perkara ini dinilai bukanlah perkara yang sulit untuk diproses oleh kepolisian, terlebih bukti visum, keterangan saksi, bahkan terdapat CCTV yang merekam segala aktifitas penyiksaan di kafe," tukas Normansyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









