Viral Kronologi Perampokan dengan Modus Hipnotis di Pondok Ranggon, Tabungan Hampir Rp200 Juta Raib

AKURAT.CO Ramai di media sosial kabar perampokan dengan modus hipnotis di Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Disinyalir pelaku perampokan adalah seorang warga negara asing (WNA) Singapura dan dua warga negara Indonesia (WNI) dengan korbannya adalah seorang wanita.
Kabar perampokan tersebut diunggah oleh akun media sosial Instagram @infocibubur._ dengan menyertakan video CCTV dan detail kronologi kejadian yang disampaikan oleh anak korban.
Baca Juga: AS Memperingatkan Iran dan Israel untuk Tidak Meningkatkan Konflik di Timur Tengah
"Rampok dengan Modus Hipnotis!! Kejadian hari Senin (5/8/24) sekitar pukul 09.40 WIB, di JI Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jakarta Timur," tulis akun tersebut pada Rabu (7/8/2024).
Lebih lanjut, berikut kronologi kejadian perampokan dikutip dari akun @infocibubur._.
Kronologi Kejadian Perampokan
Pada hari Senin (5/8/2024) sekitar pukul 09.40 WIB, terjadi perampokan dengan modus hipnotis di JI Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Korban, seorang ibu, menjadi target perampokan oleh seorang warga negara asing (WNA) dari Singapura dan dua orang warga negara Indonesia (WNI).
Korban yang saat itu berjalan sendirian di JI Sapi Perah dihampiri oleh seorang WNA dari Singapura yang menanyakan arah menuju Taman Mini.
Pada saat itulah diduga WNA tersebut melakukan aksi hipnotisnya, sehingga korban menurut saja apa yang diminta pelaku.
Tak lama kemudian, datang seorang wanita berbaju biru yang muncul dalam video, meyakinkan korban bahwa WNA tersebut adalah orang baik karena baru saja memberinya uang tunai sebesar 5.000 dolar.
Baca Juga: Resmi! Hamas Tunjuk Arsitek Serangan 7 Oktober Yahya Sinwar Sebagai Pemimpin Baru
Kemudian sebuah mobil dengan nomor polisi B 2388 PZC datang dan korban diajak masuk ke dalam mobil tersebut.
Di dalam mobil, korban ditanyai mengenai harta yang dimilikinya dan diminta menyerahkan buku tabungan, deposito, nomor PIN kartu ATM, dan perhiasan.
Setelah itu, korban dan wanita berbaju biru pergi ke rumah korban untuk mengambil buku tabungan, deposito, dan perhiasan.
Baca Juga: Ekonomi Melambat, Anak Muda China Banyak Yang Tunda Pernikahan
Mereka kemudian menuju Bank BCA untuk menarik deposito, tetapi karena situasi bank yang terlalu ramai, pelaku meminta korban menarik uang yang ada di rekening.
Korban dibawa berkeliling tanpa arah, bahkan sempat mampir ke minimarket di mana pelaku meminta korban untuk memilihkan buah. Ketika korban sedang memilih buah, para pelaku kabur meninggalkan korban.
Korban pulang ke rumah sekitar pukul 16.45 WIB. Setelah sampai di rumah, korban baru menyadari bahwa hartanya telah habis dirampok.
Saat akan memblokir tabungan Mandiri dan BRI, korban baru tahu bahwa kartu ATM-nya telah ditukar dan uang di tabungan sudah habis dengan kerugian sekitar Rp200 juta.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Edukasi Diplomat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









