Sapa Konstituen Ali Johan, Suswono Janji RT-RW Diberikan Akses Langsung ke Gubernur

AKURAT.CO Calon Wakil Gubernur Jakarta, Suswono, menawarkan delapan program makanan tradisional kepada emak-emak dan pemuda Karang Taruna di Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan.
Hal ini dia ungkapkan saat syukuran Daerah Pemilihan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jakarta, Ali Muhammad Johan, bersama konstituennya di Dapil VII Jaksel, yang juga dihadiri Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.
Kedelapan makanan tradisional itu adalah Bakwan, Kue Putu, Laksa, Petis, Asinan, Rujak, Ketupat hingga Semur.
Nama-nama makanan ini merupakan akronim dari program unggulan kreatif yang ditawarkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (Rido).
"Ketua RT-RW ini jadi ujung tombak, jadi telinga mata gubernur. Karena yang mengetahui kondisi masyarakat adalah RT-RW. Makanya nanti RT-RW akan diberikan nomor langsung kepada pak gubernur supaya laporannya cepat, tidak usah melalui lurah, camat atau wali kota, kepanjangan. Nanti, orang yang sakit keburu meninggal," ujar Suswono di Kelurahan Bintaro, Minggu (13/10/2024).
Tak hanya itu jika pasangan Rido terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2024-2029, RW akan diberikan kesempatan untuk menentukan pembangunan sendiri di lingkungannya melalui alokasi anggaran Rp200 juta per tahun.
Termasuk pasangan menaikkan insentif RT-RW, Dasawiswa dan Jumantik.
"Intinya, program-program Pemprov DKI Jakarta yang baik akan diteruskan. Nanti juga akan ditraktir makanan, ada delapan makanan yang kami siapkan, yakni Bakwan. Maksudnya singkatan Bangun Kota Rawat Lingkungan. Supaya kotanya jadi indah, tidak kumuh lagi," ujarnya.
Selanjutnya, ada Kue Putu yang merupakan Kemana Pun Irit dan Hemat Waktu: Optimalisasi transportasi publik yang hemat energi. Lalu ada Laksa, Pelatihan Siap Kerja. Program pelatihan untuk memperkuat kemampuan kerja masyarakat.
"Ini untuk karang taruna, enggak usah khawatir, nanti banyak pekerjaan. Kalau nanti pekerjaan susah, demo ke Balai Kota. Ibu-ibu juga boleh demo ke Balai Kota, bawa panci. Demo masak maksudnya," tutur Suswono.
Selanjutnya, Suswono menawarkan Petis atau Pendidikan (Dasar/Menengah) Gratis.
Pihaknya akan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua warga.
Salah satunya akan memberikan pendidikan gratis baik negeri maupun sekolah.
Kemudian ada Asinan yang merupakan akronim Agenda Solusi Hujan Aman: Solusi banjir terintegrasi.
Suswono juga menawarkan Rujak yang merupakan akronim dari Rumah Terjangkau dan Terpadu, yakni penyediaan perumahan yang terjangkau.
Lalu Ketupat, yakni Kredit Tanpa Bunga Akses Cepat, yaitu program kredit mikro tanpa bunga.
Dan terakhir adalah Semur atau Sembako Murah, yaitu penyediaan bahan pangan murah untuk warga.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jakarta, Ali Muhammad Johan, mengungkapkan, ada 70 program yang akan dijalankan pasangan Rido.
Bahkan, ia turut menyosialisasikan program-program tersebut dengan door to door dan membagikan pamflet kepada konstituennya.
"Ada sekolah gratis, baik negeri maupun swasta. Pasangan Rido juga akan tetap memberikan bantuan pendidikan KJP. Memang DPRD DKI Jakarta periode lalu sudah melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan yang akan memberikan pendidikan gratis di sekolah swasta, teknisnya akan dibahas lagi karena ini terkait alokasi anggaran," kata Ali.
Selain itu, pasangan Rido akan memberikan penguatan kemandiran dana RW dengan alokasi Rp200 juta per tahun (Rp1 miliar per lima tahun).
Alokasi dana ini akan dimasukkan ke kelurahan untuk kemudian diskusikan dengan semua komponen, RT, RW, PKK, Jumantik, Karang Taruna, Jumantik, Paud, Dasa Wisma dalam peruntukkannya.
"Mau dipakai apa dana RW-nya, untuk kebutuhan masyarakat sesuai aspirasi masyarakat pada RW terkait. Tentunya penggunaan dana RW ini mengikuti Juklak/panduan/aturan mainnya dari gubernur," kata Ali.
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mengungkapkan bahwa pasangan Rido memiliki track record yang jelas.
Untuk itu, ia pun mengajak masyarakat memilih pasangan Rido di Pilkada Jakarta 2024.
"Hak kita untuk memilih jangan hanya digunakan untuk memilih saja. Tapi gunakan hak itu untuk mengawasi juga. Sesudah pencoblosan, awasilah. Supaya tidak terjadi suara kita berpindah, itu harus diawasi. Supaya suara rakyat yang telah kita perjuangkan tidak hilang," ujar Hidayat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








