Kenaikan Tarif PAM Jaya demi Fokus Kualitas Pelayanan dan Pembangunan Pipa Baru

AKURAT.CO Fraksi PAN DPRD Provinsi Jakarta menanggapi soal kenaikan tarif air minum dari PAM Jaya.
Menurut Anggota DPRD Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, kenaikan tarif tersebut harus didukung, asalkan sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Kenaikan tarif juga sebagai upaya dalam mendukung pipanisasi air minum di seluruh wilayah Jakarta.
Sebab, pada tahun 2030 nanti, warga Jakarta harus sudah menikmati pelayanan air minum yang berkualitas.
Baca Juga: PAM Jaya Ingatkan Pentingnya Perawatan Rutin Bantuan Tandon Air
"Kalau memang pipanisasi berdampak baik, tentu kita dukung," kata Bebizie, dalam keterangannya, Senin (24/2/2025).
Kendati demikian, dia juga meminta pihak PAM Jaya untuk menentukan ulang besaran tarif air yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga.
Misalnya, warga yang tinggal di rumah susun atau apartemen, jangan dikenakan tarif seperti gedung perkantoran, mal maupun tempat komersial lainnya.
"Harus dikaji juga (penyesuaian) kenaikan tarif PAM Jaya," kata Bebizie.
Baca Juga: Warga Rusun Terbebani dengan Kenaikan Tarif PAM Jaya, Pramono-Rano Diminta Batalkan Kepgub
Sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan soal rencana besar perusahaan dalam meningkatkan layanan air minum di Jakarta dengan memperluas jaringan perpipaan.
"Menuju 2030, kita akan menyambung tujuh ribu kilometer perpipaan baru dengan pola model bundling investment dengan mitra," katanya.
Proyek besar ini, lanjut Arief, akan berdampak pada kondisi lalu lintas di Jakarta karena adanya penambahan pipa baru yang mencapai 7.000 kilometer.
Sehingga, nantinya ketika pengerjaan pipanisasi dipastikan akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Baca Juga: Tarif Air Melonjak 71 Persen, Penghuni Rumah Susun Protes Klasifikasi Pelanggan PAM Jaya
"Bisa dibayangkan betapa masifnya nanti galian yang ada di pinggir jalan yang nanti mengakibatkan kemacetan. Kami akan memasifkan sosialisasi untuk membuat masyarakat aware bahwa ini memang pasti akan sakit-sakitan dulu (kemacetan) menuju 2030," jelas Arief.
Oleh sebab itu, ia memohon dukungan serta pengertian warga Jakarta terkait dampak yang ditimbulkan dari proyek pipanisasi PAM Jaya.
"Jadi, saya minta maaf lebih dulu karena akan sangat sibuk sekali. Ada galian-galian yang mengganggu perjalanan," pungkas Arief.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








