Transjakarta Luncurkan Program Isi Ulang Air Gratis, Dorong Penggunaan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

AKURAT.CO PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan program Dari Air Jadi Kebaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengurangan sampah plastik.
Lewat program ini, penumpang diajak membawa tumbler untuk mengisi ulang air minum secara gratis di halte-halte tertentu.
Fasilitas water refill station ini telah tersedia di tujuh halte utama yakni Halte CSW, Bundaran Senayan, Senayan Bank DKI, Karet, Dukuh Atas, Tosari dan MH Thamrin.
Anggota DPRD Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengapresiasi langkah Transjakarta yang dinilai selaras dengan komitmen Pemprov Jakarta dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan dan mengurangi sampah plastik.
Baca Juga: Tolak Kenaikan Tarif, APBD Jakarta Dinilai Masih Cukup untuk Subsidi Transjakarta
"Integrasi isu lingkungan ke dalam sistem transportasi publik merupakan langkah maju yang perlu terus diperkuat," ujarnya, kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).
Menurut Rio, program ini membawa potensi manfaat besar bagi masyarakat.
Serta mendorong agar layanan serupa diperluas ke halte-halte strategis lain seperti Monas, Kota Tua dan Blok M.
"Perluasan ini akan memperkuat dampak positif program dalam membentuk budaya ramah lingkungan di ruang publik," katanya.
Baca Juga: Transjakarta Operasikan 200 Bus Listrik secara Bertahap
Rio mendorong Transjakarta menjalin kolaborasi dengan sektor swasta guna mempercepat penyediaan fasilitas tanpa membebani APBD.
Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan air minum maupun mitra CSR menjadi langkah strategis.
Tidak hanya infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Sosialisasi bisa dilakukan lewat media sosial, materi informasi di halte hingga peran aktif petugas Transjakarta.
Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Dukung Perluasan Layanan Transjakarta ke Kawasan Aglomerasi
"Edukasi soal manfaat membawa tumbler dan dampaknya terhadap pengurangan sampah plastik harus menjadi bagian penting dari program ini," ujar Rio.
Politikus PDIP itu juga menyoroti perlunya sistem pemantauan kualitas air, kebersihan fasilitas dan volume penggunaan di setiap stasiun isi ulang.
"Pemanfaatan teknologi seperti sistem pelaporan atau dashboard evaluasi akan membantu memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan," tandas Rio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








