Pelecehan Seksual di Sekolah Depok, Puan Kecam Oknum Guru: Ini Kejahatan Kemanusiaan!

AKURAT.CO Kasus pelecehan seksual di sekolah kembali mengguncang tanah air, kali ini terjadi di sebuah sekolah di Depok, Jawa Barat, dan diduga dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap muridnya sendiri.
Dugaan kekerasan seksual ini tak hanya mengejutkan masyarakat, tetapi juga memantik keprihatinan mendalam dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan dan kegagalan sistem pendidikan dalam memberikan perlindungan anak.
“Pelecehan seksual di lingkungan sekolah selalu mengoyak hati nurani. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk kegagalan moral dan institusional dalam menjaga anak-anak kita yang seharusnya tumbuh dalam rasa aman dan nyaman,” ujar Puan dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).
Kasus memilukan ini diduga terjadi sejak Agustus 2024 hingga Maret 2025, dan semakin memicu kemarahan publik setelah terungkap bahwa pihak sekolah sempat mencoba meredamnya dengan jalur mediasi internal dan surat pernyataan, alih-alih membawa pelaku ke jalur hukum.
Bahkan lebih ironis lagi, terduga pelaku disebut-sebut masih aktif mengajar hingga kini, meski sudah ada laporan dari korban.
Baca Juga: Pelecehan oleh Dokter Kandungan di Garut Gegerkan Publik, Puan: Ini Alarm Keras Sistem Kesehatan!
“Mediasi tidak bisa menjadi solusi atas kejahatan seksual terhadap anak. Ini bukan konflik rumah tangga atau sengketa biasa. Ini tindak kriminal yang harus diproses secara hukum dengan serius, transparan, dan tanpa kompromi,” tegas Puan.
Ia menegaskan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan total, terutama di lingkungan sekolah.
Jika benar pelaku masih diberi akses mengajar, maka menurut Puan, hal itu mencerminkan pembiaran sistemik yang sangat berbahaya bagi anak-anak lain.
“Setiap menit keterlambatan dalam bertindak adalah risiko nyata bagi keselamatan anak-anak lainnya. Sekolah seharusnya menjadi zona aman, bukan tempat di mana anak-anak justru mengalami teror mental dan seksual,” lanjutnya.
Puan mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini hingga tuntas.
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap sistem pengawasan guru dan perlindungan siswa di sekolah tersebut.
“Pemerintah harus hadir secara utuh. Dari mulai proses hukum, hingga pendampingan psikologis korban, semua harus dilakukan. Jangan biarkan korban memikul beban ini sendirian,” ujar cucu proklamator RI tersebut.
Baca Juga: Microsoft Tawarkan Peningkatan Gratis Windows 11 untuk 500 Juta Pengguna Windows 10
Tak hanya itu, Puan juga mendorong revisi mekanisme perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap tenaga pengajar serta edukasi seksualitas dan pelaporan kekerasan di kalangan siswa.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka tidak boleh dibiarkan tumbuh dalam ketakutan atau trauma karena kegagalan kita sebagai orang dewasa dalam melindungi mereka,” tutup Puan dengan nada penuh keprihatinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










