Gubernur DKI Pramono Anung Minta Maaf Belum Sepenuhnya Gunakan Transportasi Umum

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena belum sepenuhnya menggunakan transportasi umum saat berangkat kerja pada Rabu (30/4/2025).
Permintaan maaf itu disampaikan Pramono menyusul penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025, yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
"Saya ada rapat dengar pendapat (RDP) di DPR. Karena waktunya mepet, saya sudah sampaikan kepada teman-teman bahwa tidak memungkinkan menggunakan transportasi publik," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta.
Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu tetap berusaha memberikan contoh. Ia memulai perjalanan dengan menaiki layanan Transjakarta dari kawasan Senopati menuju Matraman.
Namun, lantaran harus menghadiri RDP di Komisi II DPR RI, ia melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dinas dari Matraman.
Baca Juga: Panglima TNI: Jabatan Wakil Panglima Segera Diisi
"Sehingga dari Balairung ke RDP saya menggunakan kendaraan pribadi, mobil dinas," lanjutnya.
Pramono berjanji akan kembali menggunakan transportasi publik setelah menyelesaikan agenda rapat tersebut. "Setelah itu, saya akan memakai transportasi publik lagi," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kewajiban penggunaan angkutan umum bagi ASN DKI Jakarta tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 23 April lalu.
Kebijakan ini mulai berlaku hari ini, Rabu (30/4/2025), sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi massal di Ibu Kota.
Sebelumnya, Pramono juga mengungkapkan tantangannya dalam menjalankan kebijakan tersebut, karena tinggal di rumah dinas di kawasan Taman Surapati 7 yang belum terjangkau langsung oleh layanan transportasi umum.
"Yang menjadi persoalan adalah saya sendiri. Karena sekarang saya tinggal di Taman Surapati 7. Kalau mau ke Balai Kota, naik transportasi umum kan tidak ada," ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Kendati demikian, Pramono menegaskan komitmennya terhadap aturan yang ia tetapkan. "Saya bagian dari keputusan itu," tegasnya.
Baca Juga: Piala Sudirman: Ganda Campuran sudah Baik, Tinggal Cara dan Strategi Perlu Dievaluasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








