Cita-cita Jakarta Menjadi Kota Global Belum Didukung Kualitas Pendidikan Warganya

AKURAT.CO Pendidikan di Jakarta yang diharapkan menjadi jantung kemajuan nasional rupanya menyimpan potret buram.
Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Justin Adrian, menyebut kualitas pendidikan di Jakarta masih jauh dari memadai untuk mendukung status sebagai kota global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta tahun 2023, sebanyak 81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas masih berpendidikan SMA ke bawah.
Baca Juga: PLN Resmikan SPKLU di LRT City Ciracas, Dorong Jakarta Jadi Kota Ramah Kendaraan Listrik
Bahkan, hanya 18,02 persen yang berhasil menamatkan pendidikan tinggi. Sementara 3,46 persen lainnya tidak memiliki ijazah sama sekali.
"Ini alarm keras. Bagaimana bisa bicara daya saing global bila mayoritas SDM kita belum sampai jenjang universitas," kata Justin, di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Dia mengatakan, rendahnya capaian pendidikan warga Jakarta tidak lepas dari mutu pengajaran.
Baca Juga: Pramono Susuri Ciliwung Demi Jakarta Bebas Banjir dan Lebih Colorful
Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta tahun 2022 mencatat hanya 34,29 persen guru yang lulus uji kompetensi.
"Dengan kata lain, tidak lebih dari setengahnya punya kualifikasi untuk memberikan pengajaran bermutu kepada anak-anak kita di sekolah," jelas Justin.
Kondisi itu dikhawatirkan menyebabkan peserta didik kesulitan saat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Baca Juga: Berantas Parkir Liar, Pemprov Jakarta Rekrut Jukir Jadi Petugas Parkir Resmi
"Jika sejak dini mereka tidak mendapatkan materi dasar yang benar, wajar bila nanti mereka tak mampu memahami materi kompleks di universitas," ujarnya.
Lebih lanjut, Justin menyoroti kurikulum yang dinilainya sudah usang dan tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
"Materi ajar kita masih jauh dari kebutuhan industri. Padahal, sekolah seharusnya sudah bisa mempersiapkan peserta didik sebagai tenaga kerja profesional," katanya.
Baca Juga: Jadi Percontohan, Parkir Digital Bakal Diuji Coba di 25 Ruas Jalan Jakarta Tahun Ini
Justin memperingatkan jika pembaruan kurikulum tidak segera dilakukan, maka Jakarta akan menghadapi ledakan jumlah pengangguran karena peserta didik tidak punya daya saing.
"Jika anak kita bermutu rendah, maka akan sulit mendapat pekerjaan," tandasnya.
Melihat rendahnya capaian pendidikan dan kompetensi guru, Justin menekankan pentingnya perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh dari guru, kurikulum hingga sarana belajar mengajar.
Baca Juga: Inilah Kota Terluas di Indonesia, Ternyata Bukan Jakarta dan Surabaya!
Bila tidak, Jakarta hanya akan melahirkan generasi yang tertinggal di tengah tuntutan global yang semakin tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








