Ricuh Aksi di DPR RI, Transportasi Terganggu dan Pedagang Merugi

AKURAT.CO Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/8/2025), berujung ricuh dan berdampak pada arus transportasi di sekitar lokasi.
Sejumlah pengguna transportasi umum maupun kendaraan pribadi terpaksa menunggu situasi kondusif agar bisa melanjutkan perjalanan.
Kendaraan roda dua menjadi yang paling terdampak. Banyak pengendara harus berputar mencari jalur alternatif karena akses menuju Slipi dan sekitarnya ditutup aparat.
“Saya muter-muter cari jalan. Mau ke Slipi pulang nggak bisa lewat. Bingung saya,” kata Siti, salah satu pengendara motor.
Sementara itu, pedagang kecil juga ikut terkena imbas. Anwar, pedagang kopi keliling, mengaku pendapatannya menurun drastis karena massa aksi lebih fokus berorasi dibanding membeli dagangan.
“Biasanya ada saja yang beli, tapi hari ini sepi. Sudah keliling beberapa titik, cuma sedikit yang beli kopi atau minuman es,” keluhnya.
Baca Juga: Mega Show Oktober 2025: Ajang Mencari Winning Product untuk Hasilkan Cuan dalam Negeri
Berdasarkan pantauan Akurat.co, massa aksi terbagi dalam dua kubu.
Di depan Gerbang Pancasila, mahasiswa dari berbagai universitas seperti Moestopo, Unindra, Pancasila, serta organisasi mahasiswa GMNI terus berorasi di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian.
Di sisi lain, massa yang sebelumnya dipukul mundur ke arah Slipi, Jakarta Barat, kembali bergerak menuju Gedung DPR untuk bergabung dengan kelompok utama.
Sekitar pukul 14.40 WIB, situasi kembali memanas setelah massa melempari aparat dengan batu dan botol plastik.
Aparat gabungan dari Sabhara, Brimob, dan TNI AD kemudian menembakkan water cannon dan mengerahkan mobil komando untuk memukul mundur massa ke arah Slipi.
Hingga sore hari, situasi di sekitar DPR RI masih tegang dan arus lalu lintas belum sepenuhnya normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







