Akurat
Pemprov Sumsel

Filosofi Keamanan, Halte Senen Sentral Berganti Nama Jadi Jaga Jakarta

Citra Puspitaningrum | 8 September 2025, 14:02 WIB
Filosofi Keamanan, Halte Senen Sentral Berganti Nama Jadi Jaga Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan bergantinya nama Halte Transjakarta Senen Sentral menjadi Halte Jaga Jakarta, Senin (8/9/2025).

Peresmian dilakukan setelah halte tersebut selesai diperbaiki akibat kerusuhan yang menyebabkan halte terbakar dan rusak parah akhir Agustus lalu.

Sebelum menuju halte yang kini bernama Jaga Jakarta, Pramono sempat meninjau Halte Senen Toyota Rangga yang juga menjadi korban aksi massa.

Baca Juga: Cek Rute Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Surabaya, Waktu Tempuh Hanya 3 Jam

Di Halte Jaga Jakarta, Pramono melihat langsung monumen berisi benda-benda hangus, mulai dari kerangka blower, televisi, papan petunjuk arah hingga bongkahan guiding block.

Barang-barang tersebut kini disimpan dalam lemari kaca sebagai pengingat peristiwa kerusuhan.

Pramono menjelaskan, nama baru halte dipilih agar masyarakat selalu mengingat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban Kota Jakarta.

Baca Juga: Tunjangan Perumahan DPRD Jakarta Rp70 Juta per Bulan, Pramono Anung Diminta Segera Evaluasi

"Sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali, maka saya bersama jajaran Balai Kota memutuskan untuk mengubah Halte Sentral Jakarta ini menjadi Jaga Jakarta," ujarnya.

Menurut Pramono, menjaga keamanan Jakarta tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

"Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan peran serta masyarakat secara sepenuhnya," katanya.

Baca Juga: Pramono Anung Targetkan Jakarta Jadi Pusat Olahraga Nasional

Pramono bersyukur, dalam waktu kurang dari tujuh hari, sebanyak 22 halte Transjakarta yang rusak akibat kerusuhan telah diperbaiki dan kembali beroperasi normal. Tarif Transjakarta juga sudah kembali ke harga semula.

Halte Jaga Jakarta kini dilengkapi fasilitas musala, toilet hingga area khusus pedagang.

Pramono menyebut aktivitas penumpang di halte tersebut cukup tinggi, mencapai 10 ribu orang per hari.

Baca Juga: Pramono Tunggu Keputusan Final DPRD Jakarta Soal Tunjangan Perumahan

"Hari ini seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya. Termasuk halte di Polda Metro Jaya, Mandiri, Istora dan semuanya sudah normal kembali. Tarif sudah normal kembali, mudah-mudahan kehidupan masyarakat Jakarta juga normal kembali," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.