Armada Transjakarta Disulap Jadi Wajah Baru Menuju 500 Tahun Kota Jakarta

AKURAT.CO PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus menancapkan langkah transformasi menuju layanan transportasi publik yang cerdas, inklusif dan berorientasi pada masyarakat.
Dari sistem busway konvensional, kini Transjakarta menjelma menjadi ekosistem smart mobility yang menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menuturkan, perubahan besar terjadi sejak lembaganya beralih dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 2015.
Sejak saat itu, arah kebijakan perusahaan berubah total. Dari sekadar menjalankan operasional bus menjadi penyedia layanan publik yang menempatkan warga sebagai pusatnya.
Baca Juga: Target 400 Juta Penumpang, Transjakarta Gaspol Wujudkan Mobilitas Jakarta Kota Global
"Kalau dulu itu operational driven, sekarang kami ubah polanya menjadi customer driven. Jadi, bukan lagi didorong dari sisi operasional tapi ditarik dari sisi pelanggan," ujar Welfizon, dalam Forum Balkoters Talk bertajuk "Smart Mobility: Evolusi Transjakarta untuk Jakarta 5 Abad" di Pressroom Balai Kota Jakarta, pada Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, perubahan budaya pelayanan dimulai dari hal sederhana cara memanggil pengguna jasa.
"Dulu disebut penumpang, padahal dari arti katanya itu seperti numpang. Sekarang kami sebut pelanggan. Mulai dari direksi sampai petugas lapangan, semua menyebut pelanggan," kata Welfizon.
Perubahan paradigma itu mengubah seluruh orientasi internal Transjakarta. Rapat harian kini tidak lagi menyoroti jumlah bus yang beroperasi melainkan berapa banyak pelanggan yang dilayani.
Baca Juga: Banyak Penumpang Ngeluh Gagal Tap Tapi Saldo Terpotong, Pramono Sentil PT Transjakarta
Hasilnya, kinerja Transjakarta melonjak pesat. Hingga kini, jangkauan layanan telah mencapai 91,8 persen wilayah Jakarta. Artinya, sembilan dari 10 orang bisa menjangkau halte dalam waktu 5-10 menit berjalan kaki.
"Kalau jalan kaki ke arah mana pun pasti ketemu halte atau bus stop," ujar Welfizon.
Meski sempat terpukul saat pandemi Covid-19, Transjakarta berhasil bertahan melayani sektor esensial dan kini bangkit dengan pertumbuhan signifikan.
Tahun lalu melayani 372 juta pelanggan dan tahun ini ditargetkan tembus 400 juta. Hingga triwulan ketiga 2025 saja, jumlahnya sudah mencapai 298 juta pelanggan.
Baca Juga: Tarif Transjakarta Bakal Naik, Pramono: 15 Golongan Masyarakat Tetap Gratis
Kini, Transjakarta tengah menatap fase baru, smart mobility sistem transportasi publik terintegrasi berbasis teknologi dan berorientasi warga.
"Kita sudah tidak bicara sekadar busway. Transjakarta ini bukan hanya customer centric tapi citizen centric," kata Welfizon.
Tidak hanya memperluas transportasi, Transjakarta juga memperkenalkan layanan wisata kota (open top bus) agar masyarakat dan wisatawan dapat menikmati wajah baru Jakarta.
"Sudah saatnya orang datang ke Jakarta karena ingin menikmati kotanya. Dan Transjakarta siap jadi wajahnya," ujar Welfizon.
Baca Juga: Kasus Bus Terbakar Kembali Terulang, Transjakarta Harus Perbaiki Standar Pelayanan
Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli, memberikan apresiasi atas kemajuan pesat sistem transportasi Jakarta.
Dia menyebut Jakarta kini telah melampaui sejumlah kota besar Asia Tenggara, termasuk Kuala Lumpur, Bangkok dan Manila.
"Kalau lima tahun lalu transportasi di Kuala Lumpur masih lebih baik, sekarang survei menunjukkan Jakarta sudah melampaui mereka. Hanya Singapura, Tokyo dan Hong Kong yang masih di atas kita," katanya.
Meski begitu, Taufik mengingatkan agar pemerintah dan BUMD tidak berpuas diri.
Baca Juga: Marak Kecelakaan, DPRD Desak PT TransJakarta Perketat Uji Pramudi per Enam Bulan
"Ini kemajuan besar, tapi tentu masih harus terus diperbaiki," ujarnya.
Menjelang 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, peningkatan transportasi publik yang efisien, aman dan manusiawi harus menjadi kado terbaik bagi warga.
"Transportasi publik yang baik adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat," katanya.
Taufik mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik dan menjadikan penggunaan transportasi umum sebagai gaya hidup perkotaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tiga Kali Kecelakaan dalam Sebulan, DPRD Minta Transjakarta Buka Semua Laporan Keselamatan ke Publik
"Transjakarta, MRT dan LRT sudah menghadirkan pelayanan yang jauh lebih manusiawi. Ini kemajuan besar dan kami di DPRD akan terus mendorong agar mobilitas di Jakarta semakin baik dan efisien," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









