Palestine Festival: Teater Di Balik Langit Gaza Hadir di Taman Ismail Marzuki

AKURAT.CO Adara Relief International kembali menggelar hajatan akbar Palestine Festival (Palfest). Tahun ini, perhelatan tersebut akan berlangsung di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat.
Mengusung tema besar “Never-Ending Resilience for Humanity”, Palfest yang digelar pada 28 Desember 2025 akan menampilkan pementasan teater dan pameran seni yang mengangkat kisah kemanusiaan serta kekayaan budaya Palestina.
“Dua tahun genosida di Gaza menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Meski menghadapi krisis kemanusiaan yang berat, rakyat Palestina terus mempertahankan tanah airnya. Karena itu, Palfest tahun ini mengangkat tema Never-Ending Resilience for Humanity,” ujar Direktur Utama Adara Relief International sekaligus penanggung jawab Palfest, Maryam Rachmayani, Rabu (3/12/2025).
Pada gelaran tahun kedua ini, Adara menghadirkan teater “Di Balik Langit Gaza”, yang menggambarkan keteguhan rakyat Gaza di tengah serangan tanpa henti.
Pementasan penuh nilai kemanusiaan tersebut dibintangi oleh aktor-aktor ternama: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.
Disutradarai oleh pegiat teater Indonesia, Adipatilawe, pertunjukan ini berangkat dari kisah nyata sebuah keluarga di Gaza.
Baca Juga: Stockbit Jadi Aplikasi Saham Terpopuler 2025, Investor Nilai Aman dan Kredibel
“Pentas ini lahir dari keteguhan sebuah keluarga Gaza. Kami ingin menghadirkan bukan hanya kisah, tetapi makna dan rasa yang mereka alami. Bagi kami, seni adalah kekuatan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan,” ujar Lawe.
Selain teater, festival ini juga akan menampilkan pameran seni yang merayakan kebudayaan Palestina melalui instalasi tematik dan karya visual.
Pameran tersebut mengajak pengunjung memahami sejarah panjang Palestina yang kerap terlupakan di tengah konflik.
“Palestina bukan hanya perang atau tragedi. Mereka memiliki akar budaya ribuan tahun. Karena itu, Palfest selalu menghadirkan ruang yang menampilkan kekayaan budaya tersebut,” kata Ketua Pelaksana Palfest, Iffa Abida.
David Chalik menegaskan bahwa kepedulian bangsa Indonesia terhadap Palestina telah menjadi sikap kemanusiaan bersama.
“Genosida ini mengorbankan banyak pihak. Semoga pementasan ini menggugah kepedulian publik, karena korban bukan hanya pejuang, tetapi juga anak-anak, perempuan, hingga jurnalis,” ucapnya.
Sementara itu, Bella Fawzi menyebut teater sebagai salah satu medium untuk terus bersuara.
“Selain aksi dan media sosial, teater juga adalah bentuk suara untuk Palestina. Melalui karakter yang saya perankan, saya ingin menggugah kesadaran masyarakat atas kekerasan akibat genosida,” ujarnya.
Palestine Festival tahun ini menargetkan 2.400 peserta, baik individu maupun komunitas. Setiap pengunjung menjadi bagian dari upaya kolektif mendukung isu kemanusiaan, kebudayaan, sekaligus UMKM dalam negeri.
Melalui rangkaian seni, edukasi, dan aksi solidaritas, Palfest diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Kami persembahkan acara ini dari segenap hati untuk memperkuat kepedulian masyarakat Indonesia,” tegas Iffa.
Baca Juga: PIK2 Diserbu Asosiasi Pariwisata, Potensinya Disebut Siap Saingi Destinasi Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










