Sopir Bajaj Ngaku Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari di Tanah Abang, Begini Respons Gubernur Pramono

AKURAT.CO Aksi pemalakan terhadap seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, sopir mengaku diminta uang hingga Rp100 ribu per hari oleh oknum preman.
Video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info memperlihatkan detik-detik saat pemalakan terjadi.
Rekaman diambil oleh penumpang yang berada di dalam bajaj saat kejadian berlangsung.
Peristiwa bermula ketika sopir hendak mengantarkan penumpang. Tiba-tiba, seorang pria yang diduga preman menghentikan laju bajaj dan meminta uang secara paksa.
Dalam video tersebut terdengar penumpang menanyakan kejadian itu kepada sopir.
“Di Tanah Abang memang begitu ya, diminta apa tuh, palak atau apa?” tanya penumpang.
“Iya, palak. Sehari seratus ribu,” jawab sopir.
Menanggapi viralnya aksi tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera bertindak.
Baca Juga: Trump Ancam China Soal Isu Bantuan Senjata ke Iran
Ia meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP mengambil langkah tegas terhadap praktik premanisme yang meresahkan masyarakat.
“Saya sudah melihat videonya dan meminta Satpol PP serta dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Pramono menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik premanisme di Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi Jakarta, kata dia, akan bertindak tanpa kompromi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Tidak ada kompromi. Premanisme di Jakarta harus diberantas,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









