Akurat
Pemprov Sumsel

7.000 Ton Sampah per Hari, Jakarta Didorong Ubah Sistem Pengelolaan

Okto Rizki Alpino | 12 April 2026, 20:42 WIB
7.000 Ton Sampah per Hari, Jakarta Didorong Ubah Sistem Pengelolaan
TPST Bantargebang.

AKURAT.CO Volume sampah di Jakarta telah melampaui 7.000 ton per hari. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD DKI Jakarta membentuk panitia khusus (Pansus) sebagai langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang dinilai semakin mendesak.

Ketua Pansus Pengelolaan Sampah, Judistira Hermawan, mengatakan pihaknya akan menyusun rekomendasi kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung agar tidak lagi bergantung pada TPST Bantargebang sebagai satu-satunya pusat pengolahan sampah.

“Tekanan terhadap Bantargebang semakin besar, sehingga diperlukan langkah serius. Mulai dari pengurangan sampah di sumber, peningkatan daur ulang, hingga inovasi pengolahan sampah di dalam kota,” ujar Judistira, Minggu (12/4/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut optimistis Pansus mampu merumuskan solusi komprehensif, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong Jakarta menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sopir Bajaj Ngaku Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari di Tanah Abang, Begini Respons Gubernur Pramono

“Harapan kita, Jakarta bisa terbebas dari persoalan sampah,” katanya.

Menurut Judistira, Pansus akan mengkaji secara menyeluruh seluruh aspek pengelolaan sampah, termasuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar solusi yang dihasilkan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

“Hari ini kita baru memulai, ke depan harus ada perubahan sistem yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan ini tanpa saling menyalahkan.

Lebih lanjut, Judistira menegaskan bahwa Pansus ingin memastikan Jakarta memiliki sistem pengelolaan sampah yang kuat, terintegrasi, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Bantargebang.

“Ini bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kota ke depan,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.