Akurat Logo

Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Stabil Jelang Iduladha

Okto Rizki Alpino | 12 Mei 2026, 18:30 WIB
Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Stabil Jelang Iduladha
Ilustrasi hewan kurban.

AKURAT.CO Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung memastikan persiapan Hari Raya Iduladha di Jakarta berjalan lancar. Ia juga menepis isu kenaikan harga hewan kurban yang beredar di masyarakat.

“Untuk hewan kurban, sampai hari ini kami belum mendapatkan isu mengenai kenaikan. Jadi harganya masih sesuai dengan yang ada,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Pramono mengatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Dharma Jaya telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari guna memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang tetap terkendali.

“Dharma Jaya sendiri sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan kurban di Jakarta kalau toh naik tidak lebih dari inflasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Perumda Dharma Jaya menargetkan penyediaan 900 ekor sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Dalami Izin dan Pembayaran Pajak Pengelola Parkir di Blok M Square

Langkah ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan hewan kurban yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, memastikan seluruh hewan kurban telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi didatangkan dari wilayah yang telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta,” kata Raditya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.