Akurat Logo

Jadi Solusi Mobilitas, Pramono Buka Peluang LRT Jakarta Tersambung ke PIK 2 dan Bandara Soetta

Okto Rizki Alpino | 19 Mei 2026, 19:51 WIB
Jadi Solusi Mobilitas, Pramono Buka Peluang LRT Jakarta Tersambung ke PIK 2 dan Bandara Soetta
LRT Jakarta.

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang pengembangan jalur LRT Jakarta hingga kawasan PIK 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Wacana tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan area Klenteng Tian Fu Gong di kawasan PIK, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan keinginan agar jalur LRT dapat diperpanjang dari Velodrome menuju kawasan PIK.

“Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu, mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pengembangan jalur LRT menuju kawasan utara Jakarta menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi.

Ia menilai konektivitas antarmoda penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Pramono menjelaskan, trase LRT Jakarta sejatinya sudah mengantongi izin pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.

Saat ini, proyek yang tengah berjalan adalah sambungan Velodrome-Manggarai dengan panjang sekitar 12,2 kilometer dan 11 stasiun. Nilai investasinya mencapai Rp11,5 triliun.

Ia optimistis jalur Velodrome-Manggarai dapat diresmikan pada Agustus mendatang. Setelah proyek tersebut rampung, pengembangan jalur disebut berpeluang dilanjutkan ke wilayah utara Jakarta.

Baca Juga: Contoh Kesetaraan Gender dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Cara Menerapkannya

“Kalau kemudian ini dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, dari Tanjung Priok kemudian ke JIS, dari JIS ke Ancol, maka lajur lanjutan yang masih perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2 hingga terkoneksi ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Pramono.

Menurut dia, sambungan tersebut akan membuat jaringan transportasi publik Jakarta semakin lengkap. Saat ini, integrasi transportasi massal di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 93 persen.

“Kalau itu sudah bisa disambungkan, maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan. Sampai hari ini baru 93 persen,” katanya.

Wacana tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga Jakarta Utara, Rian, menilai rencana LRT menuju PIK 2 akan membantu masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kalau benar sampai PIK 2 dan bandara, ini akan sangat membantu. Orang bisa lebih mudah bepergian tanpa harus selalu bawa mobil,” ujar Rian.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Melati. Ia menilai akses transportasi publik menuju kawasan PIK dan sekitarnya memang perlu diperkuat mengingat aktivitas masyarakat di wilayah tersebut terus meningkat.

“Sekarang kawasan PIK ramai sekali. Kalau ada LRT, tentu lebih nyaman untuk pekerja, pengunjung, dan warga sekitar. Ini adalah solusi yang bagus,” kata Melati.

Pramono berharap pengembangan LRT dapat menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi publik Jakarta secara menyeluruh.

Selain membantu mengurangi kemacetan, integrasi antarmoda juga diharapkan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Rencana pengembangan LRT hingga PIK 2 dan Bandara Soekarno-Hatta pun dipandang sebagai salah satu langkah jangka panjang dalam membangun sistem transportasi metropolitan yang modern, terhubung, dan ramah bagi mobilitas warga.

Baca Juga: Thalita Ramadhani Wiryawan, Fajar Baru Sektor Tunggal Putri Bulutangkis Indonesia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.