Pemilahan Sampah Jakarta Belum Optimal, Pemprov Harus Antisipasi Dampak RDF Rorotan

AKURAT.CO Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai, pengelolaan sampah di Jakarta mulai menunjukkan kemajuan.
Namun, implementasi pemilahan sampah di tingkat masyarakat dinilai masih belum berjalan optimal dan belum mampu menjawab persoalan sampah secara menyeluruh.
Menurut Trubus, upaya pemilahan sampah memang sudah mulai diterapkan di sejumlah wilayah.
Meski demikian, cakupannya masih terbatas sehingga dampaknya belum signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang terus meningkat setiap tahun.
“Pemilahan sampah itu belum banyak terjadi. Meskipun sebagian sudah dijalankan, tapi belum menyeluruh,” kata Trubus saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai kebijakan pengelolaan sampah yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta patut diapresiasi karena telah berjalan secara berkelanjutan.
Namun, capaian tersebut belum cukup untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang selama ini membayangi ibu kota.
“Kalau dilihat dari sebelum sampai sekarang prosesnya terus berjalan, itu bisa dikatakan ada kemajuan. Artinya masyarakat mulai bergerak. Tapi kalau secara keseluruhan belum optimal,” ujarnya.
Trubus juga menyoroti rencana operasional RDF Plant Rorotan yang ke depan hanya akan menerima sampah anorganik dan tidak lagi mengolah sampah residu.
Baca Juga: SMK HS Agung Temukan Industri Sesuai Jurusan TKJ di TBIG
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak disertai langkah antisipasi yang matang.
“Kalau RDF nantinya tidak lagi menampung sampah residu dan hanya khusus sampah anorganik, itu harus diantisipasi. Harus ada langkah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kalau tidak, otomatis akan menjadi problem baru,” tegasnya.
Selain aspek teknis pengolahan sampah, Trubus menilai penolakan sebagian warga terhadap keberadaan RDF Rorotan juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menilai kapasitas dan kondisi lokasi saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan pengolahan sampah Jakarta ke depan.
“Di Rorotan masyarakat juga sudah banyak yang menolak dan berkeberatan. Tentu saja karena tempatnya juga sudah tidak memadai lagi. Sehingga Pemprov mungkin perlu memikirkan mencari tempat lain,” katanya.
Menurut Trubus, Pemprov DKI memiliki sejumlah aset yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah baru.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan sampah tidak terus berulang tanpa solusi yang jelas.
“Sebenarnya aset-aset Jakarta itu banyak. Bisa mencari lokasi di daerah tertentu atau memanfaatkan aset yang ada. Memang harus ada tempat pengolahan sampah. Kalau tidak, masalahnya akan terus seperti ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trubus menilai penanganan sampah di Jakarta masih berjalan lambat meski telah berganti beberapa kepemimpinan.
Ia berharap pemerintah mampu menghadirkan terobosan konkret yang berdampak langsung terhadap penyelesaian persoalan sampah di ibu kota.
“Persoalan sampah ini sudah menggunung. Dari dulu setiap gubernur banyak bicara, tetapi hasilnya belum signifikan bagi Jakarta,” pungkasnya.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Sinabung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









