Pramono Resmikan Revitalisasi JPO Sarinah, Terintegrasi Halte Transjakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat. JPO ini kini terintegrasi dengan Halte Transjakarta MH Thamrin, untuk memudahkan mobilitas warga di kawasan Sarinah.
Pramono menyatakan JPO Sarinah memiliki nilai sejarah bagi Jakarta. Dia menyebut jembatan penyeberangan itu sebagai JPO pertama yang dimiliki Jakarta.
"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta. Tepatnya diresmikan oleh Bang Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 68. Tentunya ini bersejarah," kata Pramono kepada wartawan di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Penerbangan Tak Terganggu, Rano Karno Dijadwalkan Pulang dari Umrah Besok
Dia menegaskan, revitalisasi ini memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menyeberang dengan aman. Selain itu, fasilitas tersebut dirancang ramah bagi penyandang disabilitas.
"Dengan demikian masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini (JPO) dan sebagainya," ujarnya.
Pramono juga membuka peluang kerja sama naming rights untuk JPO tersebut. Dia mengatakan, kebijakan itu dapat menambah pemasukan bagi Pemerintah Provinsi Jakarta.
"Kalau sudah naming rights kan pasti memberikan masukan bagi Pemerintah Jakarta. Untuk itu kami kalau kemudian ada, apakah itu Sarinah atau swasta yang ingin menggunakan JPO ini menjadi naming rights-nya, kami persilakan," tuturnya.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah, Pramono Terus Pantau Perkembangan Konflik Timur Tengah
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menambahkan revitalisasi JPO Sarinah merupakan bagian dari penataan fasilitas pejalan kaki di Jakarta dan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pemerintah menyelesaikan pembangunan fisik JPO.
Dia menjelaskan, tahap kedua akan mencakup pelebaran trotoar setelah proses reinstatement pedestrian oleh MRT selesai. "Ini tahap satu, tahap duanya nanti ultimate-nya setelah reinstatement pedestrian yang akan dilakukan MRT, itu kira-kira di bulan Mei. Jadi di bulan Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter)," jelasnya.
Revitalisasi JPO Sarinah menghadirkan jembatan sepanjang 39,78 meter dengan lebar 2,1 meter. JPO ini didesain tanpa anak tangga dan dilengkapi akses lift guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, khususnya bagi pelanggan prioritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









