Peremajaan Armada ASDP Tak Bisa Ditunda, Keselamatan Penumpang Jadi Taruhan!

AKURAT.CO Percepatan peremajaan armada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) disebut tidak lagi dapat ditunda.
Mayoritas kapal penyeberangan yang beroperasi telah memasuki usia tua sehingga pembaruan armada menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus menjamin keberlanjutan layanan penyeberangan antarpulau.
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan kapal berusia di atas 25 hingga 30 tahun memang masih dapat beroperasi selama memenuhi persyaratan kelaikan laut.
Namun, semakin tua usia kapal, biaya perawatan akan semakin besar, suku cadang semakin sulit diperoleh, dan risiko gangguan teknis ikut meningkat.
"Peremajaan armada harus menjadi agenda utama. Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan baru dilakukan pembaruan kapal. Keselamatan pelayaran tidak boleh dikompromikan karena kapal penyeberangan mengangkut masyarakat setiap hari dan menjadi penghubung utama di banyak wilayah Indonesia," kata Djoko saat dihubungi di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu mendukung modernisasi armada ASDP melalui kebijakan dan skema pembiayaan yang memungkinkan penggantian kapal dilakukan secara bertahap.
Investasi armada baru, lanjut dia, bukan sekadar pengeluaran perusahaan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas pelayanan.
"Kalau kapal terus dipaksakan beroperasi dalam kondisi sudah tua, biaya pemeliharaan akan terus membengkak, suku cadang semakin sulit diperoleh, dan potensi gangguan operasional ikut meningkat. Karena itu, program peremajaan armada harus dipercepat agar pelayanan penyeberangan tetap aman, andal, dan berkelanjutan," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Jumlah BUMN Dipangkas Jadi 250, Laba Didorong untuk Riset
Senada, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai, persoalan armada tua ASDP tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan operasional perusahaan, melainkan telah menjadi isu kebijakan publik karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
"Kalau melihat dari perspektif kebijakan publik, pemerintah tidak boleh menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada ASDP sebagai operator," ujarnya.
Trubus mendorong pemerintah segera menyusun kebijakan komprehensif untuk mempercepat regenerasi armada melalui dukungan pendanaan, insentif, serta perencanaan jangka panjang yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.
"Negara memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh layanan penyeberangan yang aman, layak, dan berkelanjutan," katanya.
Ia menegaskan modernisasi armada harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional karena transportasi penyeberangan merupakan layanan publik yang strategis.
"Peremajaan armada harus masuk dalam prioritas kebijakan transportasi nasional, bukan hanya menjadi keputusan bisnis perusahaan," ujarnya.
Menurut Trubus, keterlambatan pembaruan armada akan meningkatkan biaya pemeliharaan, menurunkan kualitas layanan, dan berpotensi mengabaikan aspek keselamatan.
Kondisi tersebut justru dapat menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang lebih besar.
"Kebijakan publik harus bersifat preventif, bukan reaktif. Jangan menunggu terjadi masalah besar baru pemerintah bertindak," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengungkapkan sebanyak 55 persen armada ASDP diproyeksikan berusia di atas 30 tahun pada 2030.
Dari total 225 kapal yang dioperasikan, sekitar 116 kapal menghadapi risiko penurunan aspek keselamatan, sementara 79 kapal masih menggunakan mesin dengan suku cadang yang sudah tidak diproduksi.
Baca Juga: Kementrans Fokus ke Perpindahan Talenta daripada Penduduk
Dalam lima tahun terakhir, biaya perawatan armada juga meningkat hingga 31 persen.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ASDP tengah mempercepat transformasi armada, meningkatkan kapasitas pelabuhan, serta memperkuat kualitas layanan penyeberangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




