Kejar Kota Global 2030, Pemprov DKI Jakarta Andalkan SDM dan Layanan Air Bersih

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan persaingan Jakarta kini tidak lagi dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan berbagai kota besar dunia.
Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga layanan dasar menjadi fokus untuk mengejar target masuk 50 besar kota global pada 2030.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus diawali dengan peningkatan kualitas SDM.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperluas akses pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta penguatan program beasiswa.
"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," ujar Chico, dalam diskusi Sersan (Serius Tapi Santai) Aktivis Jakarta bertema "Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global" yang digelar di Balai Kota Jakarta pada Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Dharma Jaya Realisasikan 816 Titik Bazar, Perluas Akses Protein Hewani Warga Jakarta
Di sektor pelayanan dasar, Direktur Utama PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, mengungkapkan cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai 82 persen.
Capaian itu setara sekitar 1,2 juta sambungan rumah atau hampir 9 juta penduduk yang telah menikmati layanan air bersih.
Menurut Arief, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, mulai dari percepatan proses perizinan hingga penguatan regulasi yang mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.
"Ketika dukungannya bukan hanya sekadar dukungan bicara, tetapi juga dukungan aturan dan berbagai bentuk dukungan lainnya, akhirnya semangatnya menjadi sama," katanya.
Arief optimistis kolaborasi tersebut akan mempercepat pencapaian target layanan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.
Baca Juga: Mobil Klinik Hewan Keliling Dekatkan Layanan ke Warga Jakarta
"Saat ini cakupannya sudah 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Kalau jumlah jiwa yang kami layani sudah hampir 9 juta orang," tuturnya.
Sementara itu, Pemerhati Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto alias SGY, mengingatkan status kota global tidak bisa diraih hanya dengan membangun gedung pencakar langit atau infrastruktur fisik.
Menurutnya, kualitas layanan air bersih, sanitasi, lingkungan, transportasi, inovasi, dan SDM menjadi indikator yang dinilai secara internasional.
Dia menyebut target layanan air bersih 100 persen yang tertuang dalam RPJMD DKI Jakarta 2025-2029 merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing Jakarta.
Selain itu, pengendalian emisi, pengelolaan sampah berbasis energi, hingga transformasi teknologi juga harus dipercepat.
Baca Juga: 7 Perpustakaan di Jakarta yang Buka Sampai Malam, Cocok untuk Mahasiswa Nugas dan Skripsi
"Persoalan kota global bukan hanya soal gedung-gedung tinggi atau pembangunan fisik, tetapi mencakup banyak aspek yang saling berkaitan. Seluruh organisasi perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat harus bergerak bersama," jelas Sugiyanto.
Dia berujar, Jakarta telah memiliki landasan hukum menuju kota global melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Namun, Sugiyanto mengingatkan posisi Jakarta yang masih berada di kisaran peringkat ke-71 dalam salah satu indeks kota global. Menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar target masuk 50 besar dunia pada 2030 dapat tercapai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







