Angkat Budaya dan Inovasi Anak Bangsa, Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka Resmi Dibuka

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia kembali unjuk gigi di panggung dunia. Kali ini, lewat peresmian Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang, yang dibuka secara resmi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, paviliun ini menjadi representasi wajah Indonesia yang menggabungkan harmoni antara alam, budaya, dan masa depan.
Dalam sambutannya, Rachmat menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di expo berskala internasional ini bukan hanya simbolik.
“Ini momentum strategis, untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan budaya di mata dunia,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: Kebijakan Top Down pada Kopdes Merah Putih Tak Tepat
World Expo 2025 sendiri akan berlangsung selama enam bulan penuh, dari 13 April hingga 13 Oktober 2025, dan diikuti oleh 161 negara.
Desain Paviliun Indonesia mencuri perhatian. Terinspirasi dari warisan maritim Nusantara, bangunannya menyerupai kapal, dibalut dengan prinsip ramah lingkungan.
Bukan cuma bentuk fisik, tapi makna di baliknya yang dalam yaitu Indonesia sebagai negara kepulauan yang selalu bergerak maju dengan tetap menjunjung nilai-nilai leluhur.
Paviliun ini terbagi ke dalam tiga zona utama yang siap membawa pengunjung menjelajahi Indonesia dari berbagai sisi: Nature, Culture, dan Future. Di zona Nature, pengunjung bisa menikmati hutan tropis mini yang dipenuhi karya seni berbentuk hewan endemik khas Indonesia dari para seniman lokal.
Lanjut ke zona Culture, pengunjung diajak menikmati ragam budaya Indonesia lewat pameran fotografi “Wajah Nusantara”, koleksi senjata tradisional, hingga pertunjukan seni seperti Jaipongan dan Pencak Silat. Tak ketinggalan, nilai-nilai kearifan lokal juga ikut ditampilkan sebagai fondasi arah masa depan bangsa.
Sementara di zona Future, Indonesia menampilkan wajah barunya melalui berbagai proyek strategis, termasuk perkenalan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kolaborasi visual antara sutradara Garin Nugroho dan platform seni Titimangsa juga menjadi sajian menarik di area ini, lengkap dengan pameran wastra dan forum bisnis untuk menjalin kemitraan global.
Baca Juga: PLN Gandeng Masdar Bangun PLTS Terapung di Sumedang
Yang bikin bangga, seluruh rancangan dan kurasi Paviliun Indonesia ini merupakan hasil kerja para talenta muda dan seniman kreatif tanah air. Perpaduan antara teknologi, seni, dan warisan budaya terlihat nyata. Paviliun ini tidak hanya menjual “destinasi”, tapi identitas dan cita-cita bangsa yang ingin maju tanpa melupakan akar budaya.
Diperkirakan Paviliun Indonesia akan dikunjungi oleh 2,8 hingga 3,5 juta orang selama gelaran World Expo berlangsung. Dengan potensi transaksi dari sektor-sektor unggulan seperti pertanian berkelanjutan, teknologi hijau, ekonomi kreatif, hingga pariwisata, pemerintah berharap event ini bisa membuka pintu investasi dan kerja sama internasional lebih luas lagi.
Pemerintah juga melibatkan banyak pihak dalam penyelenggaraan Paviliun Indonesia. Mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, organisasi swasta, hingga pelaku UMKM.
Salah satu mitra strategisnya adalah Astra yang turut berkontribusi menyukseskan paviliun ini, sejalan dengan misi memperkenalkan identitas nasional Indonesia kepada dunia.
Tak hanya Astra, sejumlah perusahaan besar seperti Kapal Api, Artha Graha, Royal Golden Eagle, Indofood, dan Japfa Comfeed Indonesia juga mendukung penuh kehadiran Paviliun Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









