Anindya Bakrie: Saatnya Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Modern Agriculture

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyuarakan optimisme bahwa Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia.
Dalam diskusi panel bertema Reimagining Indonesia’s Global Competitiveness pada ajang HSBC Summit 2025, Anindya menegaskan pentingnya modernisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai strategi pembangunan berkelanjutan.
Menurut Anindya, saat ini adalah momentum tepat bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi negara swasembada, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok pangan global.
“Jadi kalau satu kalimat, iyalah modern agriculture to make Indonesia the global food hub,” ucapnya dalam dalam ketegangan tertulis, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: IHSG Naik 1,43 Persen, Analis Prediksi Masih Bisa Menguat Lebih Lanjut
Dirinya menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), big data, hingga komputasi kuantum dalam transformasi sektor pertanian. Langkah ini, katanya, akan menjadikan sektor pangan lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
“Selama ini kita bicara hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel dan batu bara. Tapi ini terbatas. Sementara pertanian dan pangan bisa terus berkembang karena berbasis regenerasi,” tuturnya.
Sebagai contoh, Anindya menyoroti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Menurutnya, kebutuhan pangan harian seperti 80 juta butir telur dan drumstick membuka peluang bagi rantai produksi dalam negeri dari hulu hingga hilir.
Ia juga menyoroti ketimpangan produksi dan konsumsi di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan konsumsi daerah mencapai Rp59 triliun, sementara produksi hanya Rp7 triliun, menurutnya, ada ruang besar bagi penguatan ekonomi lokal, khususnya lewat budidaya lobster dan sektor perikanan.
“Kalau kita bisa membuat satu provinsi saja jadi mandiri, efeknya besar. NTT punya masa depan cerah di sektor perikanan,” ungkapnya.
Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,8 Persen, Ini Biang Keroknya!
Dengan kondisi ekonomi nasional yang relatif stabil, pertumbuhan di atas 5%, inflasi rendah, dan cadangan devisa sebesar USD150 miliar, Anindya percaya Indonesia berada di posisi strategis untuk bertransformasi menjadi pusat pangan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






